Thursday, September 2, 2021

Trip Aman Selama Pandemi, is Back to 90's

 Desember 2019 - agustus 2021, Vakum ngetrip gegara pandemi.

trip mengenang masa kecil 90-an 

    

    Bayangin dong betapa perihnya jiwa ini ga bisa ngetrip kemana-mana. persayaratan penerbangan lebih mahal dari harga tiketnya, bandara jadi pusat penularan covid, status daerah darurat covid, perpanjangan PPKM berjilid jilid, rebutan antrian vaksinasi covid dan terutama pendapatan menurun drastis. you named it! setres numpuk kayak isi gudang Bulog.

Bersyukur dah punya teman-teman baik sesama traveller. karena memiliki nasib yg sama terkungkung pandemi, akhirnya nekat ngetrip bareng ke kebun teman. eitssss… jangan salah! serunya parah banget dah. berasa kembali ke tahun 90-an, menikmati masa kecil yang sangat indah dan menyenangkan.

Minggu pagi jam 06.00 aku, rahma, kasdi ati, ivan, dan faisal menuju rumah mas Mono di Pasar minggu Makroman. kami berencana eksplor makroman yang belakangan ini hits di kalangan pemburu foto instagram. usut punya usut ada danau tambang yang dijadikan lokasi kemping oleh komunitas penyuka kemping, tempat istirahat para bikers dan tempat berenang bagi anak-anak kampung. selain ada juga kali kecil yang berair jernih dan menjadi lokasi berenang terfavorite anak-anak kampung.


Inspeksi ke danau tambang makroman

So… gas dari rumah mas mono, kami bermotor rame-rame melewati persawahan warga menuju lokasi danau tambang yang hits itu. kami menginspeksi danau tambang tersebut. saya pribadi Menolak dengan Keras Danau Tambang dijadikan destinasi wisata. danau tambang seharusnya direklamasi dan direhabilitasi ke keadaan semula seperti sebelum ditambang. jika tidak, maka danau tambang menjadi Bom waktu yang siap menelan korban tenggelam selama masih terbuka. ingatkan bahwa sudah ada 40 nyawa melayang di lubang tambang. korban ke 38 & 39 adalah remaja yang berwisata ke danau tambang di Penajam, yang digadang sebagai tempat wisata dengan tiket masuk Rp 5.000,-. mereka datang untuk mengantar nyawa. kalo sudah kasus tenggelam, apakah ada Tim SAR yang mau menyelam untuk mengubek-ubek isi danau tambang beracun demi menemukan korban tenggelam?paling-paling nunggu mayatnya mengapung baru bisa dievakuasi. dasar danau tambang tidak bisa diketahui, yang jelas dalam sekali. belum lagi kumpulan logam berat dan bahan kimia yang terlarut didalam air danau tambang. kalian memang tidak langsung mati, saat terminum airnya, tapi efeknya bertahun-tahun kemudian, saat organ hati dan empedu kalian rusak akibat polutan beracun dari danau tambang. 

Tambang memang bisa menggerakkan perekonomian tapi ada cara khusus agar tambang tidak merusak alam. hanya saja perusahaan tambang suka mengambil jalan pintas yang mudah untuk mengeruk dan menghasilkan uang cepat dibanding memikirkan kelestarian alam. bahkan ada pendapat yang menyatakan bahwa biaya memperbaiki kerusakan alam akibat tambang lebih besar dibanding hasil pendapatan dari tambang tersebut. jadi jangan ditanya, kenapa banyak danau tambang di Kaltim.

merenungkan nasib danau tambang

Jadi saya ikut bersama teman-teman ngobrol disamping danau tambang yang airnya biru jernih. pagi itu suasana masih sunyi. ada bekas-bekas api unggun dan sampah sisa dari kegiatan berkemah yang sepertinya masih baru. sayang sekali kenapa ada sampah plastik dibiarkan menumpuk tanpa dibawa pulang oleh Campers. kalian pikir sampah plastik ada petugas yang membawanya ke tempat sampah? emangnya danau tambang ada pengelola wisatanya? kalau tidak mau membawa pulang kembali sampah plastik kalian, maka bakarlah sampai tuntas hingga berbentuk arang. jika tiap minggu ada sampah yang ditinggalkan para pelaku kemping, gimana hasilnya kalo sudah sebulan-dua bulan hingga setahun. jadi Tempat Pembuangan Sampah dan tidak menyisakan tempat bagi Campers. lengkap sudah.

Makin siang ternyata banyak yang menjadikan danau tambang tersebut lokasi berfoto ria. ada rombongan bikers dan ada juga rombongan anak-anak usia sekolah dasar yang bersepeda rame-rame. mereka berenang di danau tersebut. aku jadinya makin miris. semoga kalian panjang umur ya adik-adik. semoga semua pandai berenang dan tidak meminum air tambang tersebut saat berenang.


kali yang Nyebur-able

Kami melanjutkan perjalanan ke kali yang menjadi spot berenang favorite anak-anak kampung dan para bikers. kalinya lurus, sepertinya aliran irigasi, airnya jernih dan masih dipengaruhi pasang surut air sungai. kami duduk mengobrol diatas jembatan kali kemudian sambil berenang rame-rame. kali nya cukup berarus jadi yang belum bisa berenang harap hati-hati ya. wohooo, jadi ingat masa kecil berani berenang sampe ke tengah sungai mahakam. lama kami berenang di kali yang airnya dingin menyegarkan. kalo mau ke kali ini emang enaknya pas pasang naik seperti saat kami datang. ikuti aja jam pasang surut air sungai semisal jam 9 pagi atau jam 4 sore, dijamin berenang sangat menyenangkan saat pasang naik. alhamdulillah sih, abis berenang ga auto gatal atau ruam kulit bearti air kali cukup bersih. biasanya kulit saya termasuk sensitif terhadap air kotor atau air tercemar. terakhir ngetrip susur sungai pampang, kulit saya gatalan sampe sebulan akibat air dari hulu sungai pampang tercemar limbah tambang, limbah sawit dan pengerukan air terjun oleh pihak tak bertanggung jawab.


tim anak sungai

Puas berenang, kami diajak ke kali yang airnya lebih dangkal namun sangat jernih dan banyak ikan haruan yang besar. saking jernihnya, faisal batal berenang di sungai tersebut. sayang kalo jadi keruh katanya. lanjutlah kami ke kebun singkong. kami ingin menggoreng singkong rencananya dirumah mas mono. jadi kami meminta izin ke pak lek yang mengelola kebun singkong dan tanaman sayur mayur serta kebun karet.

kebun karet yang simetris banget

Sambil menunggu mas mono mencari lokasi mencabut singkong, aku, rahma, kasdiati dan faisal menengok kebun karet. ada petani karet yang sedang mengumpulkan getah karet. setelah mengambil beberapa foto, kami mewawancarai Bapak Petani Karet tersebut. ternyata pendapatan dari menyadap karet sangat menggiurkan loh. 1 mangkuk plastik dalam 1 pohon karet bisa terpenuhi dalam 5 hari yang beratnya 0,5 kg getah karet mentah. dalam sebulan 1 pohon bisa menghasilkan 3 kg getah karet. bayangkan si bapak petani punya 700 pohon karet. 1 kg getah karet mentah jika diantar ke perusahaan rubber crumb di palaran diharga Rp 15.000/kg, namun jika petani karet menjual dengan pengepul yang menjemput di kebun karet, maka dihargai Rp 10.000/kg. jika kualitas getah karet yang kering dan bagus maka harganya lebih tinggi lagi sekitar Rp 20.000/kg. beuh, ngerik lah angka hitungannya. sana jadi petani karet milenial. tapi asal kalian tahan sama lalat ya. kami takjub melihat begitu banyaknya lalat yang mengerumuni tumpukan getah karet mentah. herannya lagi getah karet tidak berbau busuk parah tapi mengundang serbuan lalat. saya jadi heran, bau busuk karet itu berasal dari mana dong? padahal waktu dipanen sama sekali tidak berbau.


mencabut singkong sekuat tenaga

Puas nambah ilmu dari wawancara singkat dengan petani karet, kami lanjut ke acara yang memerlukan tenaga besar yaitu mencabut singkong. kami mencabut hampir 10 batang pohon singkong yang isinya jadi sekarung besar umbi singkong. rahma dan kasdiati memetik lombok dan tomat dari kebun untuk dijadikan sambal singkong goreng.

Jam 12.30 kami kembali ke rumah mas Mono. singkong dikupas dan dibersihkan lanjut di goreng. sambal diolah dengan tingkat kepedasan yang mengakibatkan aliran air mata dan ingus dadakan. es sirup yang diminum hanya mampu meredakan pedasnya sambal hasil ulekan kasdiati sebentar saja. tetiba turun hujan deras beserta petir yang menggelegar keras. wilayah samarinda di guyur hujan deras. suasana dingin, perut kenyang membuat kami semua tertidur di ruang tamu Mas Mono. jam 4 sore, hujan sisa gerimis rintik-rintik. kami pun minta izin pulang setelah merepotkan tuan rumah seharian. dari minta diantarin jalan jalan, dikasih singkong gratis sekarung beserta lombok dan tomatnya, dapat ilmu berkebun karet, puas berenangan rame-rame. what a day!

Saat pandemi, kita semua punya ketakutan jika bepergian takut terkena covid atau tanpa sadar ikut menularkan covid. namun bukan berarti kita harus berdiam saja dirumah. ada pilihan untuk refreshing selama pandemi yang low risk dalam penularan covid. selama kalian mematuhi prokes, covid tidak timbul secara ghoib didalam tubuh kalian. ada destinasi wisata yang memiliki sertifikat CHSE yang bisa kalian kunjungi. apalagi jika kalian sudah vaksinasi lengkap, maka saat terkena covid, kalian tidak memiliki resiko tinggi untuk meninggal saat terkena covid. syarat penerbangan pun sangat mudah dan murah jika kalian sudah vaksinasi lengkap. jika kalian belum vaksinasi atau baru dosis 1, maka pilihlah traveling style seperti saya, yaitu back to 90’s. ngetrip mengenang masa kecil bahagia. main ke kebun, berenang di kali, trekking ke hutan, main perosotan kardus di bukit yang dipenuhi ilalang, dll. pikiran bahagia memperkuat imun untuk menangkal covid.

Yuk ngetrip!


belajar jadi petani karet millenial

tim anak kampung hobi berenang di kali

tim super women yang bisa tembus kemanapun

trip back to 90's is awesome


Thursday, February 18, 2021

Traveling Sambil Mengurangi Jejak Karbon

Apa itu Low Waste Beginner?

Menurut saya adalah orang-orang yang memiliki kesadaran bahwa bumi sudah tidak mampu menampung sampah lebih banyak lagi. bumi sudah tercemar oleh sampah yang tidak bisa terurai secara alami bahkan memerlukan waktu ratusan tahun agar bisa terurai. sampah ini mulai memasuki rantai makanan dan memberi dampak bagi kesehatan manusia, mengancam kelestarian lingkungan dan perubahan iklim.

Dari kesadaran ini, kita sebagai manusia yang hanya bisa hidup di bumi dan tidak ada planet cadangan lain yang bisa kita diami, maka dari sekarang, kita mulai melakukan langkah kecil untuk beraksi mengurangi sampah yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari.

aku, kamu, kita semua bisa.

Walau langkah kecil tapi jika setiap hari kita lakukan sambil mengajak orang lain ikut berpartisipasi, maka dimulai dari lingkungan terdekat kita yang paling pertama merasakan dampak positifnya kemudian menjadi global movement yang akan memberi pengaruh besar terhadap Bumi yang kita tinggali.

so, what must to do?

Sebagai traveller seringkali kita kurang peduli terhadap sampah yang kita hasilkan selama kegiatan travelling. dari berbelanja peralatan atau perlengkapan traveling, beli oleh-oleh, toiletrees amenities, food & drinks, dll.

Jadi, hal pertama yang wajib diingat adalah, kurangi perilaku konsumtif. perilaku konsumtif disini mengacu pada pembelian barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu perlu.

dimulai dari :

  1. Starter pack wajib bagi low waste traveller.

    yaitu backpack/koper + foldable bag + tote bag + lunch box + tumblr + toiletrees amenities.
    kuncinya adalah meminimalisasikan sampah dan jejak karbon saat travelling.
    MANAJEMEN BARANG BAWAAN.
    Dengan memanajemen barang bawaan, kita tidak perlu membayar kelebihan bagasi dari barang bawaan. dengan begitu kita mengurangi emisi karbon dari penggunaan alat transportasi. 

Ingat! pesawat, mobil, motor, kereta api, kapal, dan moda transportasi lainnya semua mengeluarkan emisi karbon yang berpengaruh terhadap lapisan ozon dan berkontribusi terhadap pemanasan global.
KOPER.
Tidak perlu menggunakan plastic wrap di koper, karena kita bisa menggunakan sarung koper. plastic wrap hanya untuk melindungi koper dari gesekan (scratch). daya tahan koper bergantung dari merk dan kualitas koper yang kalian beli.
BACKPACK / CARRIER.
Jika kita memakai backpack, lebih aman karena bisa dimasukkan ke kabin. sedangkan carrier yang 50 liter ke atas pasti masuk ke bagasi. carrier juga tidak perlu plastic wrap, karena kita bisa memanfaatkan rain cover carrier untuk melindungi dari gesekan dan kotoran. jangan takut rusak, carrier yang berkualitas pastinya sudah teruji kekuatannya.
FOLDABLE BAG.

Tas ini sangat praktis dan tidak banyak memakan tempat. carrier atau koper dapat kita tinggal di tempat akomodasi, barang berharga dan kelengkapan traveling serta fotografi bisa dimasukkan ke foldable bag untuk dibawa jalan-jalan ke destinasi wisata yang ingin dikunjungi. membawa foldable bag lebih praktis daripada bawa tas lebih dari satu demi selera fashionable.
TOTE BAG.

Saat travelling pastinya kita akan berbelanja ke pasar atau swalayan, nah tote bag pastinya bermanfaat untuk memuat barang belanjaan kita. mengingat sekarang udah banyak swalayan yang tidak menyediakan kantong plastik.

LUNCH BOX & TUMBLR.

Saat kulineran kita bisa mengurangi sampah plastik dengan cara memilih resto/warung makan yang dine in / makan di tempat. jadi, makan di warung menggunakan piring dan gelas lebih baik daripada take away dengan membawa sampah plastik sekali pakai. ngeWarteg lebih eco friendly daripada beli di foodstall yang hanya menyediakan plastic cuttlery untuk food products nya. 

Manfaat lain lunchbox yaitu  saat berbelanja makanan bisa dibawa pulang ke tempat akomodasi dengan menggunakan lunch box. semisal mendadak lapar, lunchbox tersebut jadi penyelamat perut yang mendadak dangdutan. 

Di tempat akomodasi biasanya menyediakan air isi ulang gratis, jadi kita bisa mengisi tumblr untuk dibawa jalan-jalan ke destinasi wisata. hemat beib! lagipula kita bisa meminimalisasi pembelian air kemasan botol plastik sekali pakai yang menyumbang sampah paling banyak di lautan indonesia. 

Oiya, hindari pemakaian sedotan plastik. langsung saja minum dari gelas, hindari pemakaian gelas plastik, lebih bagus lagi kalo kita punya sedotan/sendok garpu non plastic yg bisa reusable dan praktis dibawa..

TOILETREES AMENITIES.

Perlengkapan mandi banyak menggunakan kemasan plastik yang tidak bisa dihindari penggunaannya namun bisa kita minimalisir sampahnya. caranya yaitu kita wajib memiliki tas kecil yang berisi perlengkapan mandi seperti sabun cair & sampo yg dimasukkan ke botol yg bisa diisi ulang, odol, sikat gigi lipat. dengan begitu kita bisa menghindari pembelian rutin perlengkapan mandi yang baru setiap travelling. 

Jangan mengharap toiltrees amenities dari hotel, karena pastinya menghasilkan sampah plastik sekali pakai. kalaupun disediakan gratis oleh Hotel, kita tidak perlu mengambilnya jadi hotel bisa menghemat pembelian amenities tersebut selanjutnya dapat mengurangi sampah plastik yang disumbang dari tamu hotel. 

Dengan menyisihkan tempat dari backpack/koper.carrier untuk membawa toiletrees amenities, kita bisa mengurangi sampah yang dihasilkan selama travelling.

  1. Perlengkapan khusus saat travelling.

    Ini mengacu pada wisata minat khusus yang memerlukan perlengkapan khusus. misalnya :
    MOUNTAINEERING ( FOREST TREKKING, MOUNTAIN HIKING, & CLIMBING)

    sampah pendakian

Saat mendaki kita memerlukan peralatan khusus yang menunjang kenyamanan dan keselamatan saat pendakian. bagi yang hobi mendaki memiliki outdoor gear adalah sebuah keharusan. dari yang harga murah meriah hingga merk yang harganya selangit. dari tujuan fungsional dan menghemat budget cost rental hingga tujuan riya’ alias pamer ke teman-teman seperhobian, you named it! 

Namun kembali ke konsep low waste dan mengurangi jejak karbon, maka kita harus mempertimbangkan masak-masak saat akan membeli peralatan mendaki. mana kebutuhan primer dan mana yang sekunder. mana yang wajib dimiliki dan mana yg cukup dirental saja. 

Oleh karena itu kembali ke prinsip manajemen bawaan, yaitu bagaimana menghindarkan kelebihan bagasi. carrier dan sepatu yang nyaman dipakai untuk pendakian memang harus dimiliki bagi pendaki yang aktif mendaki. sedangkan yang tidak terlalu aktif, bisa membeli carrier yang sesuai budget atau cukup menyewa carrier di rental outdoor gear. 

Peralatan lain seperti tenda, cooking set, gaiter, ember & jerigen lipat, trekking pole, flysheet, kompas, webbing dan lain lain semua tersedia dan bisa di sewa kapan pun bahkan dengan budget ramah di kantong para pendaki. saya sendiri saat akan mendaki ke ranu kumbolo gunung semeru, dari samarinda hanya membawa backpack saja. seluruh peralatan outdoor untuk pendakian, kami sewa di rental outdoor gear di Kota Malang. bahkan saya liat sendiri di basecamp awal pendakian juga ada rental peralatan pendakian komplit. manajemen logistik juga harus diperhatikan. jangan pernah lupa, bawa turun sampahmu. lebih baik mengurangi cemilan berkemasan plastik. mengingat di jalur pendakian banyak dijumpai sampah plastik seperti bungkus mie, kemasan madurasa, kemasan coki coki, puntung rokok, botol air mineral, dan lain lain. kalian bisa mengurangi dengan membawa cemilan pengisi tenaga yang lebih ramah lingkungan. coki-coki atau madurasa dapat kalian ganti dengan arem arem atau gula merah/gula batu.

Jadi, meminimalisir perilaku konsumtif terhadap barang outdoor, lebih banyak menggunakan barang rental yang bisa dipakai bergantian orang banyak (ibarat lebih baik naik angkutan umum daripada kendaraan pribadi) dapat mengurangi sampah dan emisi karbon dari aktivitas hobi yang kita lakukan. apalagi pendaki adalah pecinta alam. seorang pecinta alam pastinya akan berusaha melestarikan lingkungan. 

operasi bersih gunung

UNDERWATER ACTIVIES ( DIVING, FREEDIVING & SNORKLING )

sampah bawah laut

Untuk freediving dan snorkling tidak seribet diving. rental peralatan biasanya mudah dijumpai di destinasi wisata bahari terkenal. kalo didaerah yang fasilitas penunjang pariwisatanya masih sedikit, mau ga mau kita harus membawa peralatan sendiri. peralatan diving lebih delicate untuk dibawa di bagasi. sedangkan untuk google mask kebanyakan orang lebih suka memakai milik sendiri daripada merental karena belum tentu cocok atau sesuai kebutuhan. 

Oleh karena itu, kembali kepada kebijakan kita masing-masing, mana yg memang harus disisihkan tempat dalam bagasi bawaan dan mana yang bisa dirental. manajemen bawaan berpengaruh terhadap kenyamanan kita saat menggunakan moda transportasi dan jika kita bijak, kita bisa mengurangi emisi karbon dari penggunaan moda transportasi. 

beach clean action

Sekali lagi, konsep low waste harus kita tanamkan agar kita tidak berperilaku konsumtif terhadap pembelian barang pendukung hobi. jangan tergiur diskon dan selera tinggi sehingga membeli barang pendukung hobi secara berlebihan. sampah plastik dari packing barang yang dibeli secara online menyumbang sampah terbesar di bumi. berlaku juga dalam peningkatan emisi gas karbon dari industri pengiriman dan pengangkutan barang dari industri penjualan online global.

Travelling adalah hobi yang seru dan mengasyikkan. dari travelling kita mendapatkan banyak ilmu, teman dan kepuasan batin. namun kita tidak bisa menutup mata terhadap hal nyata di depan mata yaitu masalah sampah di destinasi wisata dimanapun itu. di pantai, di gunung, di sungai,  di tempat bersejarah, dan banyak lagi, semua memiliki jejak sampah yang ditinggalkan manusia baik pelaku wisata maupun masyarakat setempat.

Oleh karena itu, kita sebagi pelaku traveling / wisata, tidak boleh menutup mata saat ikut menyumbang sampah. kita harus menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi sampah. dengan mengikuti konsep low waste beginner, kita bisa mengurangi sampah. dengan mengurangi sampah, kita tidak memperparah kerusakan lingkungan. 

Jika kita tidak peduli terhadap banyaknya sampah yang tidak bisa terurai yang telah meracuni tanah, udara, dan air. selanjutnya akan membuat hewan dan tumbuhan menjadi langka dan punah. akhirnya, kita sendiri meracuni diri kita saat sampah berubah menjadi microplastik atau emisi gas beracun yang termakan atau terhirup masuk ke dalam tubuh kita. manusia menjadi lebih rentan terhadap penyakit kanker dan kerusakan organ penting dalam tubuh. sebut saja Human Race Extinction. bumi menjadi tempat yang berbahaya untuk ditinggali, padahal tidak ada planet cadangan selain bumi. 

manusia.

ras tercerdas di bumi.

siapa kita?

jika kecerdasan kita tidak bisa dipakai untuk membuat bumi sebagai tempat yang nyaman ditinggali.


pengasaman air laut

perubahan iklim

pemanasan global

cuaca ekstrim

bencana alam

kepunahan

adalah akibat dari banyaknya manusia yang abai terhadap masa depan bumi yang mereka tinggali.

apakah kita ikut menjadi manusia abai

ataukah,

kita ikut peduli dan beraksi.

dari diri sendiri dengan langkah kecil, hingga menjadi global movement, 

dan pada akhirnya, membuat lubang lapisan ozon dapat tertutup, suara hewan kembali memenuhi hutan rimba, manusia dapat menghirup udara tanpa polusi dan bencana alam akibat perubahan iklim dapat dikurangi.


mari kita mulai dari hari ini.



Wednesday, January 27, 2021

Manusia Hutan Morio, penjaga Hutan Borneo (Magnificent Seven of East Borneo)

ORANG UTAN ( Pongo pygmaeus morio )

Klasifikasi  Taksonomi

Kerajaan                Animalia
Filum                    Chordata
Kelas                     Mammalia
Ordo                      : Primates
Famili                    : Hominidae
Upafamili               : Ponginae
Genus                    : Pongo

Once Humanity is dying in Mankind, sometimes animals are guiding us back to our basics.

Siapa yang tidak mengenal foto diatas? foto yang menimbulkan antusias dunia internasional kepada Orang Utan. foto diatas adalah karya dari Fotographer berkebangsaan India yang tinggal di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Foto yang menjadi sampul di Majalah National Geographic dan memenangkan banyak penghargaan internasional. foto diambil di Samboja BOSF, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.  mari sempatkan menonton Video dari Mr. Anil T Prabhakar yang cukup mengunggah perasaan kita agar turut peduli kepada Orang Utan yang menjadikan Indonesia sebagai rumah terakhir mereka sebelum punah. kelestarian mereka ada di tangan kita. 


Istilah orangutan diambil dari kosakata Bahasa Melayu, yaitu ‘orang’ yang berarti manusia dan ‘utan’ yang berarti hutan. Dengan demikian orang utan berarti manusia yang hidup di dalam hutan. Tidak salah jika orangutan disebut “manusia”, sebab satwa langka ini mempunyai hubungan kekerabatan erat dengan manusia, kesamaan DNA orang utan dan manusia sebesar 96,4 %..

Orang utan adalah satu-satunya kera besar yang hidup di daratan asia, sedangkan semua kerabatnya berada di afrika. kera besar lainnya yaitu gorilla, simpanse dan bonobo ditemukan di wilayah Afrika.

90 % populasi orang utan berada di Indonesia dan hanya ada di dua tempat yaitu pulau sumatera dan kalimantan. ada 5 sub species orang utan, dua diantaranya berada di sumatera dan 3 sub species ada di kalimantan.

Menurut catatan fosil para ahli, Orangutan hingga akhir Pleistone dapat ditemukan di sebagian besar hutan dataran rendah di Asia Tenggara, dari kaki perbukitan Wuliang Shan di Yunan, Cina Selatan, sampai ke selatan Pulau Jawa, dengan luas sebaran total yakni 1,5 juta km² (Rijksen dan Meijard, 1999). Menurut Atmoko (2007), Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) terpisah secara geografis paling sedikit sejak 10.000 tahun yang lalu, saat tejadi kenaikan permukaan air laut antar kedua pulau itu.

Orangutan Borneo (Pongo pygmaeus) tersebar di seluruh pulau Kalimantan di Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah dan Sarawak, orangutan sumatera (Pongo abelii) yang berada di pulau Sumatra dan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) asli dari Tapanuli Selatan. berikut perbandingan antara 3 sub species orang utan :

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus)

Orangutan jantan dengan bantalan pipi melebar sehingga wajahnya membulat. Bobot orangutan bisa lebih dari 90kg, dan mempunyai rambut berwarna coklat gelap. Orangutan kalimantan banyak ditemukan di hutan rawa gambut.

Orangutan Sumatera (Pongo abelii)

Orangutan jantan mempunyai bantalan pipi yang menggelambir ke bawah dan mempunyai wajah yang oval. Bobotnya bisa mencapat hingga 90 kg, dan mempunyai rambut berwarna coklat orange terang. Habitat orangutan sumatera berada di hutan dataran tinggi atau pegunungan dengan ketinggian 1.000 mdpl.

Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)

Habitat orangutan tapanuli hanya dapat dijumpai di Ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara dan resmi dinobatkan sebagai jenis baru pada tahun 2017. Perbedaan fisik orangutan tapanuli, yaitu Tengkorak dan tulang rahang lebih kecil namun gigi taring lebih besar daripada orangutan sumatera dan orangutan kalimantan, rambut lebih tebal dan keriting. Orangutan tapanuli jantan memiliki kumis dan jenggot yang menonjol dengan bantalan pipi berbentuk datar yang dipenuhi oleh rambut halus berwarna pirang.

Perbedaan karakteristik wajah Orang Utan Sumatera, kalimantan dan Tapanuli

Habitat orang utan Kalimantan

Orangutan Kalimantan tersebar hampir di seluruh pulau Kalimantan. Gugusan pegunungan Schwaner dan Muller memiliki dua sungai besar, yaitu Sungai Kapuas (Kalimantan Barat), serta Sungai Mahakam (Kalimantan Timur) menjadi barier alami yang membentuk tiga subspecies orangutan kalimantan saat ini.

Pongo pymaeus pygmaeus yang tersebar di bagian Barat Laut Kalimantan (Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum dan sekitarnya), Utara Sungai Kapuas sampai Timur Laut Serawak.

Pongo pygmaeus wurmbii memiliki sebaran pada Barat Daya Kalimantan, bagian Selatan sungai Kapuas (Kalimantan Barat) dan sedikit populasi di bagian timur sungai Barito (Kalimantan Selatan).

Pongo pygmaeus morio yang terbatas sebarannya pada Sabah dan bagian Timur Kalimantan sampai sejauh sungai Mahakam.

Status Konservasi

Semua sub-spesies orangutan Borneo adalah spesies langka dan sepenuhnya dilindungi oleh perundang-undangan Indonesia. Spesies ini diklasifikasikan oleh CITES ke dalam kategori Appendix I (species yang dilarang untuk diperdagangkan secara komersial karena sangat rentan terhadap kepunahan). 

Beberapa ancaman utama yang dihadapi oleh orangutan Borneo adalah kehilangan habitat, pembalakan liar, kebakaran hutan, perburuan dan perdagangan orangutan untuk menjadi satwa peliharaan. Orangutan sering kali disebut sebagai hama karena sering dianggap mengganggu perkebunan sehingga tidak jarang terjadi konflik antara orangutan dan manusia. dulu orang utan masuk merusak pucuk kelapa sawit untuk dimakan. karena dianggap hama, perusahaan sawit menawarkan sayembara berhadiah uang untuk membunuh orang utan. oleh karena itu si pemburu membunuh induk dan menjual anaknya untuk diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan sehingga mendapat banyak uang. namun sekarang dengan banyaknya NGO yang bergerak dalam pelestarian dan konservasi, konflik lahan dengan hewan dapat dikurangi karena NGO langsung bergerak untuk merehabilitasi dan merelokasi hewan liar yang kehilangan habitat.

Makanan Orang Utan

Jenis makanan orangutan sebanyak 317 spesies makanan yang dapat diidentifikasi, terdiri atas 227 spesies tanaman yang berbeda, empat spesies fungi, lima jenis serangga, satu jenis madu liar. Orangutan juga minum air dari sungai, genangan rawa, dan lubang-lubang di dalam pohon (Galdikas, 1986). Meskipun variabilitas pada susunan makanan orangutan sangat besar, orangutan pada dasarnya bersifat frugivora.

Orangutan memanfaatkan buah, bunga, daun, kuncup dan kulit kayu serta cairan dari berbagai spesies pohon, tanaman menjalar dan tanaman lain, dan juga berbagai tanaman merambat yang kecil, anggrek, akar alang-alang air, rayap, ulat, semut ”weaver ants”, jamur (fungus), madu, pangkal dan batang tunas rotan muda, tanaman menjalar, epifit, pakis dan palma kecil, kebanyakan jenis makanan orangutan (235 atau 74%) berasal dari spesies pepohonan (Galdikas, 1986).


Pusat Penyelamatan Orang Utan

Di Pulau Kalimantan ada 5 pusat rehabilitasi Pongo Pygmaeus, di kalimantan tengah ada Orang Utan Foundation yang mengelola orang utan care center and quarantine (kota waringin) dan Camp Leakey yang berada di Taman Nasional Tanjung Puting kalimantan Tengah. di kalimantan timur dikelola oleh center for orang utan protection (COP) yaitu Borneo Orang Utan Survival foundation di Samboja dan Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng. COP juga sedang dalam pembangunan tempat rehabilitasi yang baru yaitu daerah sepaku, penajam. ada juga International Animal Rescue (IAR) yang memiliki lokasi rehabilitasi orang utan di desa sungai awan, Ketapang, kalimantan Barat. selain di kalimantan bagian indonesia, juga ada pusat rehabilitasi Orang utan di Kalimantan Bagian malaysia yaitu pusat rehabilitasi orang utan Sepilok, sabah, malaysia timur.

Orang Utan memang sudah sangat langka untuk dilihat di Kalimantan, namun bukan berarti mustahil dilihat. berikut taman nasional di indonesia yang merupakan lokasi orang utan dapat dilihat yaitu :

Sumatera (pongo abelii & Pongo Tapanuliensis)

  1. Taman nasional gunung leuser, Bukit Lawang, Sumatera Utara.
  2. Taman nasional bukit tiga puluh, jambi.
  3. Taman nasional Batang Gadis, Sumatera Utara.
  4. Ekosistem Batang Toru, Tapanuli selatan, sumatera utara ( pongo Tapanuliensis).

Kalimantan ( pongo Pygmaeus pygmaeus, pongo Pygmaeus Morio, Pongo Pygmaeus wurmbii).

  1.  Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur.
  2. Taman nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
  3. Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng, palangkaraya Kalimantan Tengah.
  4. Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat.
  5. Samboja Lodge BOSF, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
  6. Pusat Konservasi Orang Utan (International Animal Rescue) Indonesia, Ketapang, Kalimantan Barat.
  7. Hutan Lindung Wehea Kelay, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Keunikan Orang Utan

1. Spesies Primata Paling Cerdas.

Orang Utan dikenal sebagai spesies primata yang sangat cerdas. Hal ini bisa dilihat dari berbagai tingkah laku satwa ini. Misalnya mampu menggunakan tongkat untuk mengambil makanan, seperti buah di atas pohon dengan baik, memilih daun yang lebar sebagai pelindung dari hujan dan terik, serta meracik obat-obatan sendiri untuk mengobati dirinya.

2. Mempunyai Kekerabatan dengan Manusia.

Salah satu fakta menarik seputar Orang Utan adalah susunan DNA yang dimiliki oleh primata ini. Menurut hasil penelitian diketahui bahwa ternyata DNA Orang Utan mempunyai kemiripan dengan DNA manusia, bahkan tingkat kesamaannya mencapai 96,4%. Hal itu menunjukkan bahwa manusia dan Orang Utan mempunyai kekerabatan begitu dekat.

3. Orang Utan Jantan Mengeluarkan Seruan Panjang.

Pada tenggorokan Orangutan terdapat kantong suara. Ternyata kantong suara tersebut mempunyai fungsi tersendiri untuk satwa primata ini. Kantong suara tersebut menghasilkan suara lebih kencang dan panjang, bahkan jarak 1 kilometer masih bisa terdengar.

4. Panjang Lengan Orang Utan.

Meski ukuran tubuhnya tidak terlalu tinggi, tetapi ternyata lengan Orang Utan sangat panjang bahkan melebihi ukuran lengan primata lainnya. Salah satu faktor yang memicu panjang lengan satwa ini bisa mencapai 2,3 meter adalah kebiasan hidupnya yang bergelantungan dari satu pohon ke pohon lain dengan menggunakan lengan.

5. Satwa Kuat.

Meski dinyatakan memiliki kekerabatan yang dekat dengan manusia, tetapi kekuatan fisik Orang Utan masih jauh di atas manusia. Kekuatannya bahkan diperkirakan enam kali lebih besar dari manusia. Bukan hanya fisik saja, melainkan juga giginya. Walaupun begitu primata ini dikenal tidak berbahaya dan justru lebih tenang.

6. Pemalas dan Suka Tidur.

Orangutan tidak hanya terkenal sebagai satwa pemalas, namun juga primata yang suka tidur. Agar tidurnya lebih nyaman, satwa ini biasanya membuat kasur dari ranting-ranting di dalam sarangnya. Tidak hanya itu, mirip seperti manusia, orang utan juga akan tidur pada waktu siang hari di sela aktivitasnya.


Jika kalian ingin melihat orang utan liar silahkan datang ke Prevab Taman Nasional Kutai. disana Orang utan masih berperilaku alami karena sangat jarang berinteraksi dengan manusia. mereka hidup dengan nyaman di wilayah taman nasional Kutai yang terlindungi dari ancaman deforestasi hutan dan perburuan liar. dan juga orang utan Taman Nasional Kutai bukan hasil rehabilitasi dan reintroduksi dari pusat-pusat penyelamatan orang utan.

jika kalian menemukan Orang Utan yang memerlukan bantuan evakuasi, mohon amankan dengan hati-hati ke tempat yang tidak membahayakan orang utan dan manusia serta memudahkan tim rescue untuk mengevakuasi, hubungi secepatnya nomor BKSDA Kaltim yaitu : 
WA call center: 082113338181 ☎️ 0541-743556
posting foto / video dengan mengetag IG BKSDA Kaltim di Link berikut : https://www.instagram.com/bksda_kaltim/

Berikut link Akun Instagram yang bisa kalian follow untuk menambah wawasan mengenai penyelmatan hewan-hewan liar yang dilindungi di Indonesia : 
Taman Nasional Kutai : https://www.instagram.com/btn_kutai/
BOSF : https://www.instagram.com/bosfoundation/
Samboja BOSF Lodge : https://www.instagram.com/bosf_sambojalodge/
The Centre for Orangutan Protection (COP) : https://www.instagram.com/orangutan_cop/
Taman Nasional Tanjung Puting : https://www.instagram.com/tanjungputing/
International Animal Rescue (IAR) : https://www.instagram.com/iar_indonesia/
Ayo ke Taman Nasional : https://www.instagram.com/ayoketamannasional_official/
Taman Nasional Kayan Mentarang : https://www.instagram.com/btn_kayanmentarang/
Taman Nasional Sebangau : https://www.instagram.com/btn_sebangau/
Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya : https://www.instagram.com/btn_bukitbakabukitraya/
Taman Nasional Gunung Palung : https://www.instagram.com/btn_gn_palung/
Sintang Orang Utan Center : https://www.instagram.com/sintangorangutancenter/
Yayasan Orang Utan Indonesia (YAYORIN) : https://www.instagram.com/yayorin.id/
The Orang Utan Project : https://www.instagram.com/theorangutanproject/
Orang Utan Foundation : https://www.instagram.com/orangutan_foundation/
Orang Utan Information Center : https://www.instagram.com/orangutaninformationcentre/
Sumatran Orangutan Society : https://www.instagram.com/orangutanssos/
Taman Nasional Bukit Dua Belas : https://www.instagram.com/btn_bukitduabelas/
Taman Nasional Bukit Tiga Puluh : https://www.instagram.com/btn_bukittigapuluh/
Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK : https://www.instagram.com/konservasi_ksdae/
Kukangku : https://www.instagram.com/kukangku/
Natha Satwa Nusantara : https://www.instagram.com/nathasatwanusantara/
Animal Defenders Indonesia : https://www.instagram.com/animaldefendersindo/
Fotographer wildlife Mr. Anil T Prabhakar : https://www.instagram.com/anil_t_prabhakar/

link Video : https://www.instagram.com/p/CA7yh9vJSIK/?utm_source=ig_web_copy_link

Source and research literatur disadur dan diringkas dari berbagai macam sumber. seperti dari website BOSF, COP, IAR, YAYORIN, dan banyak lagi. selain itu juga diambil dari berbagai karya ilmiah seperti hasil penelitian. penulis tidak bermaksud untuk money oriented atau mendapat keuntungan komersil, melainkan murni untuk mengajak pembaca agar meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian Orang Utan. semua foto menyertakan watermark dari pemilik aslinya, jika ada yang kurang berkenan silahkan menghubungi melalui link berikut : linkr.bio/6rjr9 

Pohon Ulin (Magnificent Seven Of East Borneo)

 Pohon ulin (ironwood)

Taksonomi

Kriteria

Keterangan

Kingdom

Plantae

Divisi

Spermatophyta

Sub Divisi

Angiospermae

Kelas

Dicotiledoneae

Ordo

Laurales

Family

Lauraceae

Genus

Eusideroxylon

Species

Eusideroxylon zwageri T. et B.


Pohon ulin adalah salah satu jenis pohon asli dari Indonesia. Pohon ini banyak tumbuh secara alami di Pulau Kalimantan, Sumatera bagian Timur dan Selatan, Pulau Bangka dan Belitung.

Pohon ulin biasa juga disebut dengan sebutan kayu besi, bulian atau orang Sumatera Selatan biasa menyebutnya onglen. Ulin yang digolongkan ke dalam suku Lauraceae ini pada umumnya memiliki tinggi pohon sekitar 30- 35 meter sampai 50 meter, dengan diameter setinggi dada yaitu 60 cm hingga 120 cm.

Kayu ulin terkenal akan ketahanannya terhadap perubahan suhu, kelembaban, serta tahan terhadap pengaruh air laut, karena sifat kayunya yang sangat berat dan keras. Karena karakteristik inilah, maka kayu ulin memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Setidaknya telah ditemukan 4 (empat) macam varietas ulin yang dibedakan berdasarkan warna batang,  yaitu:

  1. Ulin Tando dengan ciri warna batang coklat kemerahan

  2. Ulin Lilin dengan ciri batang coklat gelap

  3. Ulin Tembaga dengan ciri warna batang yang kekuningan

  4. Ulin Kapur dengan ciri warna batang coklat muda

Pohon ulin juga memiliki beberapa manfaat dari sisi ekologis, antara lain:

  1. Sebagai habitat bersarangnya orang utan, selain itu daun mudanya juga merupakan makanan bagi orang utan

  2. Pohon ulin juga mampu menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis dan mengurangi pengaruh efek rumah kaca

  3. Akarnya yang kuat mampu menahan air dan mencengkram tanah dengan kuat sehingga dapat mencegah terjadinya erosi dan longsor

Manfaat dari sisi kesehatan yaitu biji dan buah pohon ulin dipercaya sebagai bahan pengobatan herbal untuk menghitamkan rambut dan mencegah tumbuhnya uban. Selain itu, biji ulin yang telah dihaluskan juga dapat digunakan sebagai obat bengkak.

Di Taman Nasional Kutai, Kalimantan, pertumbuhan pohon ulin bersifat alami dan memiliki struktur vegetasi. Hal ini menunjukan bahwa spesies ulin dapat beregenerasi dengan baik. 

Ulin Raksasa & Tertua 1.000 Tahun

Salah satu taman nasional di Kalimantan, tepatnya Taman Nasional Kutai menjadi lokasi tumbuhnya pohon berkayu besi tertua dan terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Di wilayah hutan tropis dataran rendah yang terletak di Desa Sangkima, Kabupaten Kutai Timur terdapat pohon ulin yang usianya telah mencapai lebih dari 1.000 tahun dengan diameter 2,47 meter.

untuk melihat ulin raksasa, kalian harus ke Sangkimah, Taman Nasional Kutai

Kayu yang menjadi buruan para penjarah kayu ini tumbuh sempurna dan pertama kali ditemukan pada tahun 1993 oleh Sarjo, tenaga pengamanan hutan Taman Nasional Kutai ketika mendampingi peneliti asing. Menurutnya, pohon tua ini dapat selamat dari penjarahan kayu karena berada di kawasan wisata alam yang dilindungi.





Status Konservasi

Pohon ulin merupakan salah satu tanaman yang termasuk kedalam kategori IUCN 2.3 (International Union for Conservatian of Nature) yaitu termasuk dalam kategori rentan ( Vulnerable ).

Ulin juga termasuk ke dalam daftar tanaman yang ada pada Apendix II CITES (Convetion International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) sehingga konservasi sumberdaya genetik dan budidaya terhadap jenis ini perlu segera dilakukan.

Kayu ulin dikenal sebagai kayu yang awet dan kuat sehingga memiliki banyak manfaat dan sangat diminati masyarakat. Meskipun demikian, karena pertumbuhan pohon ulin yang lambat budidaya ulin sangat sedikit dan stock di alam sangat terbatas. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan populasi pohon ulin terus menurun bahkan menyebabkan pohon ulin terancam punah. Kayu ulin sangat diminati masyarakat karena sangat awet dan kuat serta sangat cocok digunakan sebagai bahan bangunan. Kayu ulin yang biasanya diperdagangkan merupakan kayu ulin yang berasal dari pohon ulin di alam dengan usia ratusan tahun. Akibat terus diperdagangkan, keberadaan pohon ulin di alam semakin berkurang dan harga kayu ulin di pasar sangat tinggi/mahal.

Meskipun harganya yang tergolong mahal sampai saat ini belum banyak masyarakat yang membudidayakan ulin sehingga untuk memenuhi kebutuhan akan kayu ulin masyarakat masih sangat tergantung dari habitat pohon ulin aslinya di hutan alam. Hal ini semakin menyebabkan populasi pohon ulin di alam semakin menurun bahkan terancam punah. Penyebab terancam punahnya pohon ulin juga diduga disebabkan oleh kerusakan habitat pohon ulin.

Status konservasi pohon ulin dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 54/KPTS/UM/2/1972 yang menyatakan bahwa pohon ulin termasuk spesies yang dilindungi dan penebangan pohon ini hanya diperbolehkan pada pohon yang memiliki diameter 60 cm ke atas.

Kayu ulin boleh diperdagangkan untuk lokal dan pasar ekspor selama management authority dari negara pengekspor mengeluarkan izin. Izin yang diperlukan untuk ekspor berdasarkan pada saran scientific authority yang telah mengadakan kajian dan menyimpulkan bahwa perdagangan jenis tumbuhan ini tidak akan membahayakan kelestariannya atau populasi pohon ulin di alam. 

Namun dalam perkembangan terbaru, tanaman ulin ternyata kini tak lagi dilindungi. Melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106/2018 Kementerian Lingkungan Hidup, ada 9 jenis tumbuhan lain yang dikeluarkan dari daftar terlindungi.

Konservasi in-situ jenis pohon ulin antara lain terdapat di :

  1. Taman Nasional Kutai, 

  2. Hutan Lindung Sungai Wain Balikpapan, 

  3. KHDTK Samboja Kabupaten Penajam Paser Utara, 

  4. Hutan Lindung Gunung Lumut Kabupaten Paser, 

  5. KHDTK Berau Kabupaten Berau

  6. Taman Borneo Samarinda

  7. pusat pembibitan pohon ulin oleh Kelompok Green House pesona Alam Bontang. 

Konservasi Ek-Situ yaitu di luar tempat tumbuh ulin perlu juga dilakukan antara lain di areal HTI dan areal Kelapa Sawit. Jenis pohon ulin beserta jenis asli setempat lainnya disarankan untuk ditanam pada areal HTI dan HTR seluas 1-2 % tergantung luasnya hutan tanaman, agar kelestarian ulin dapat terjamin. 


Penggunaan Kayu Ulin dalam kebudayaan Suku Dayak Kalimantan Timur

dari tiang gapura hingga Rumah Lamin banyak yang memakai kayu ulin

        Belontakng adalah arca yang dibuat dari bahan kayu Ulin yang dianggap suci dan dipercaya sebagai simbol roh yang digunakan dalam upacara sakral, yaitu upacara kematian (Kwangkai) dan upacara pengobatan (Belian) bagi suku Dayak Tunjung dan Dayak Benuaq di Kalimantan.
Patung Blontangk

Patung Belontakng di depan Lamin Mancong, Kutai Barat

Bertualang Melihat Kerbau Kalang dan Indahnya Alam Kota Baru

  September 2022, kerbau kalang amuntai Mercu suar Pulau Tanjung Kunyit Pantai Teluk Tamiang Here I comes setelah 2 tahun tidak berlibur ke ...