Senin, 16 Oktober 2017

Yok ke Taman Nasional Kutai

     Hutan asli kalimantan... yang pertama terbersit dalam pikiran adalah... kayaknya udah ga ada lagi deh hahahahaha. mengingat pembangunan ekonomi kalimantan timur ini didominasi oleh sektor pertambangan migas, batu bara dan kelapa sawit. saya sudah beberapa kali melakukan perjalnan dari samarinda menuju Biduk-biduk, sejauh mata memandang hanya ada kebun sawit dan tambang. rasa-rasanya untuk melihat hutan kalimantan yang dijaga kealamiannya, mesti harus jauh-jauh datang ke Hulu Sungai Mahakam atau daerah kalimantan utara sekalian yang dekat wilayah perbatasan malaysia.


     Eitsss...jangan pesimis dulu... di Kalimantan timur ada yang namanya Taman Nasional Kutai. disini, kalian bisa melihat hutan alami dan masih banyak binatang liarnya. taman nasional kutai terletak di jalan poros bontang sangatta. TN Kutai Memiliki sejarah yang cukup panjang. dari tahun 1932 pada pemerintahan Hindia Belanda, TN Kutai ditetapkan seluas 2 juta hektar yang kemudian semakin menyusut karena eksploitasi hingga tahun 1982 ditetapkan oleh Menteri Pertanian hanya seluas 200.000 hektar. tahun 1991 luas TN Kutai tinggal 198.629 hektar sampai sekarang.
     




     Meski hutan yang berstatus taman nasional yang dilindungi ini wilayahnya semakin hari semakin menyusut, namun jangan khawatir. di taman nasional kutai semuanya dipertahankan kealamiannya. hanya disini orang utan liar dapat dijumpai. orang utan disini sangatlah istimewa. mereka bukan hasil pelepasliaran dan juga tidak diberi makan secara rutin oleh manusia untuk dijadikan atraksi menghibur wisatawan. TN Kutai dulu dipercaya pernah menjadi habitat Badak Kalimantan sebelum dinyatakan punah.

     Taman Nasional Kutai menerima kunjungan wisatawan di Sangkimah dan Prevab. di Sangkimah terbuka untuk umum. disini terdapat jungle trekking dengan wahana Camping ground, jembatan gantung, jembatan sling, rumah pohon, dan pohon ulin terbesar dan tertua di dunia. sangkimah cocok untuk wisatawan segala usia. disini pengunjung bisa menelusuri jungle trekking sambil menikmati pemandangan hutan beserta binatang liar. siapkan kamera, minuman ringan dan camilan. ingat, jangan lupa patuhi larangan membuang sampah atau puntung rokok secara sembarangan di kawasan Taman Nasonal Kutai. untuk mengelilingi seluruh jungle trekking di Sangkimah hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 jam. jangan khawatir jika lelah, pengelola TN Kutai telah menyediakan beberapa gazebo di sepanjang jalur trek sebagai tempat istirahat. bagi pengunjung yang belum pernah berkunjung disediakan jasa pemandu jalan. silahkan saja hubungi petugas loket tiket masuk ke Sangkimah Taman Nasional Kutai. jungle trek berupa jalanan papan, jembatan dan sebagian tanah. waktu terbaik ketika cuaca cerah agar jungle trekking terasa menyenangkan dan aman dari tergelincir. ketika musim hujan, tidak direkomendasikan untuk jungle trekking karena sebagian jalan akan terendam air dari luapan anak sungai.







     Berbeda dengan sangkimah, prevab membatasi kunjungan wisatawannya. biasanya mereka adalah tamu-tamu khusus, peneliti dan photographer. di prevab terdapat resort dengan fasilitas lengkap. di prevab, pengunjung dapat menyaksikan orang utan dan bekantan liar dengan mudah. tidak sesulit di sangkimah. oleh karena itu, prevab adalah tempat terfavourite penelitian oleh orang luar negeri.

     Jadi jangan ragu untuk datang berkunjung ke taman nasional kutai. berikut saya sajikan rute menuju taman nasional kutai dari 4 akses yaitu dari Kota Balikpapan, Tenggarong, Bontang dan Sangatta. 





rute kota samarinda

     Ada pepatah mengatakan bahwa "Tak Kenal maka Tak sayang" oleh karena itu, datanglah ke Taman Nasonal Kutai, kenalilah kekayaan hayatinya, lihat lah harta berharga pohon ulin terbesar dan tertua di dunia,  maka kita sebagai orang kalimantan timur akan merasa sayang dan bangga menjadi tuan rumah dari pohon ulin satu-satunya di dunia. kita bangga masih bisa melihat langsung orang utan dan bekantan liar di taman nasional kutai. kita bangga karena keanekaragaman hayati taman nasional kutai terkenal hingga kemanca negara. jadi, yuk segera berkunjung ke Taman Nasional Kutai.






kenalkanlah Hutan kepada anak sejak dini

Sabtu, 23 September 2017

Kemah Konservasi Taman Nasional Kutai 2017



Jumat, 15 September 2017.
Courtesy Photo by Haryadi TN Kutai
       Saya berangkat bersama rombongan dari kota Samarinda menuju Taman Nasional Kutai Sangatta. 2 hari ke depan, saya akan bergabung dengan kader-kader konservasi Taman Nasional Kutai yang berasal dari berbagai daerah seperti sangatta, bontang, samarinda, tenggarong. kami akan menjalani pelatihan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya konservasi alam.
      Materi di hari pertama adalah belajar mendongeng bersama Kak Resha. Kak Resha adalah seorang pendongeng yang sangat terkenal di Tanah Air dan juga presenter acara Jejak Rimba di MNCtv. materi di hari kedua, kami belajar fotografi bersama Mas Yunaidi. beliau adalah photographer National Geographic Indonesia yang ikut dalam ekspedisi black borneo. setelah itu, kami juga belajar menulis dengan Mas Bayu Dwi Mardana yang juga editor dari National Geographic Indonesia.
     Jadwal kegiatan kemah konservasi disusun penuh dengan materi dan praktek. Kak Resha mengajarkan kami untuk mendongeng kepada anak-anak dengan cara yang interaktif, ekspresif dan menarik. setelah belajar dasar-dasar menulis dan fotografi, semua peserta dikerahkan untuk menjelajah Jalur trekking Taman Nasional Kutai untuk berburu foto dan menulis artikel pendek.
     Ternyata, menjelajah Hutan terasa berbeda setelah menerima teori dari Mas Bayu dan Mas Yunaidi. biasanya kita hanya menikmati rimbunnya pepohonan dan segarnya udara hutan. kali ini, kami banyak melihat kekayaan hutan yang tersembunyi dengan cara melihat dari sudut pandang baru.
     Hutan di dalam Taman Nasional Kutai masih dipertahankan kealamiannya sehingga menjadi rumah bagi banyak hewan dan tumbuhan unik. kami banyak mengumpulkan foto kupu-kupu, laba-laba, pohon ulin raksasa, tupai terbang, jamur-jamuran, landscape rumah pohon, jembatan sling, jembatan gantung, kanopi hutan dan masih banyak lainnya. semua peserta bersemangat mengumpulkan foto dan tulisan dengan iming-iming mendapatkan merchandise limited edition dari national geographic Indonesia. Alhamdulillah, tulisan saya mendapat merchandise berupa majalah National Geographic Indonesia edisi terbaru.
       Hari terakhir Kemah Konservasi di pagi hari diawali dengan perpisahan super heboh bersama Kak Resha. setelah itu, dilanjutkan dengan penjelajahan jalur trekking Taman Nasional Kutai untuk tugas akhir yang diberikan dari Mas Bayu dan Mas Yudi. tugas akhir pun dikumpulkan dan foto terbaik jatuh kepada Mba Aji Yuliana. beliau mendapat Buff Super keren dan limited edition dari National Geographic Indonesia.
      Acara kemah konservasi ditutup oleh panitia penyelenggara dari Pengelola Taman Nasional Kutai. benar-benar acara yang membuat kita untuk terlibat secara aktif dalam menyuarakan pentingnya konservasi alam. kita dibekali ilmu lewat mendongeng, fotografi dan menulis agar bisa mengajak lebih banyak orang agar ikut melestarikan lingkungan dan ikut bangga serta melindungi Taman Nasional Kutai. Taman Nasional Kutai adalah Taman Nasional yang menjadi kebanggaan Rakyat Kalimantan Timur karena menjadi rumah bagi pohon Ulin terbesar di dunia. selain itu Taman Nasional Kutai juga menjadi rumah bagi hewan endemik kalimantan seperti Orang Utan dan Bekantan. oleh karena itu, acara pengkaderan seperti Kemah Konservasi sangatlah penting.
         Buat kalian yang suka jalan-jalan, sekali-kali ikutlah kemah konservasi. acara ini tidak hanya diadakan di Taman Nasional Kutai saja, melainkan di seluruh Taman Nasional yang tersebar di seluruh Wilayah Indonesia. jangan lewatkan kesempatan belajar sambil menjelajah alam yang indah di Nusantara.
Para Peserta Bekerja Sama mendirikan Tenda Utama
Banyak Tenda didirikan untuk mengakomodasi 74 peserta Kemah
tenda dan hammock memenuhi area camping ground
tenda utama yang menjadi tempat untuk berkumpul
Kak Resha memberikan materi untuk Dongeng Anak-anak
Semua Peserta memperhatikan materi yang diberikan Kak Resha
Praktek langsung di Kelas Mendongeng
Penyampaian Dasar-dasar Fotografi oleh Mas Yunaidi

perpisahan dari Mas Bayu dan Mas Yudi (National Geographic Indonesia)
jiah, kesian ga dapat selfie sama Kak Resha
selamat datang di Taman Nasional Kutai
jika ingin merasakan petualangan di Hutan Borneo yang masih alami,
maka datanglah ke Taman Nasional Kutai

disini kalian bisa merasakan indahnya Hutan berkanopi
jungle trekking pun terasa sangat menyenangkan

wahana jembatan gantung di Taman Nasional Kutai
 

banyak serangga unik nan cantik yang ditemukan di sepanjang jalur trekking

info tentang Pohon Ulin Raksasa
Main Attraction dari Taman Nasional Kutai

kita bisa bersantai di sekeliling Pohon Ulin Raksasa

Info tentang Tiket Masuk ke Taman Nasonal Kutai

belajar low angle

asli hutannya

foto favourite ku
daya tarik utama Taman Nasional Kutai
Pohon Ulin terbesar di Dunia

 
Pohon Ulin raksasa yang berumur lebih dari 1000 tahun

Sharecost Trip Eksplor Maluku Utara & Papua Barat

Dear Travelers,      Kali ini saya mengajak para pembaca blog saya untuk bergabung dengan sharecost trip yang dibuat oleh admin Grup Back...