Monday, November 26, 2018

ParahDise Indonesia Chapter Maluku Utara

PARAhDISE Indonesia ada di mana-mana...


Widi, permata di laut Halmahera. this is the real one  Hidden Paradise of  North Molucca
 Parahdise, sebuah plesetan dari kata paradise. paradise bermakna surga. yap, surga berarti tempat yang memiliki pemandangan sangat indah. namun menjadi Parahdise saat surga itu didera banyak permasalahan. Banyak macamnya, menurut saya. diantaranya yaitu cara pintas kepala daerah karena keterbatasan APBD untuk membangun infrastruktur yang menunjang Pariwisata, akhirnya menyerahkannya kepada para Investor asing untuk mengembangkan pariwisatanya.




Usut punya usut, pengelola resort mulai "memonopoli "keindahan alam, baik yang didarat maupun yang di laut. mereka bersikap arogan terhadap wisatawan yang tidak melakukan reservasi di resort mereka. diantaranya melarang wisatawan luar mendekati wilayah yang mereka kuasai. ga segan-segan tim keamanan resort diluncurkan untuk menghadang tamu tak di undang. ini yang membuat saya tahun ini gagal mengunjungi Pulau Sali dan Pulau Kusu Halmahera Selatan. Sebagian lagi, bersikap jika ada uang, kalian boleh datang...tidak ada uang, kalian angkat kaki saja.
Resort bagus, tapi sayang! lantai terasnya habis dimakan semut rayap.
 Oh Indonesia... dimana stake holdernya suka bikin penonton banyak bertanya dan gregetan...mengapa bikin resort hanya untuk memberi makan semut rayap? bukannya di pinjamkan kepada warga setempat untuk dikelola sebagai aset BUMDes. tentunya warga bisa merawat bangunan serta berupaya menarik wisatawan agar mau menginap di bangunan tersebut.
Komplek Resort yang dibangun Pemkab Halsel di Pulau Lelei. sebagian besar terbengkalai dan rusak.
 Saat datang ke Pulau Lelei, saya takjub dengan bangunan resort & cottage yang dibangun Pemda setempat. kondisinya kalo dilihat dari jauh, memang keren! begitu dilihat dari dekat, tangga dan teras depan sudah hilang tak bisa dipijak.
dermaga resort daga widi, bangunan resortnya keren tapi cuma bisa dipandang. kuncinya hilang.
Saat datang ke Pulau Widi  saya melihat cottage yang masih lebih baik kondisinya daripada yang di Pulau Lelei. namun saya jengkel melihat toilet dan kamar mandi keren tapi airnya tidak ada. Bahkan banyak pintu  Toiletnya sudah menghilang. Pulau Widi pun tak terlepas dari wacana untuk dikelola oleh pihak investor asing. saya pun bisanya cuma tepok jidat, what D'hell sih cara berpikir mereka...
Resort Pulau Widi yang dikelilingi semak belukar, sungguh cetar!
 Saat maret lalu saya juga berkunjung ke Pulau dodola besar. saya kagum dengan kamar shower di tepi pantai yang terbuat dari marmer batu alam nan elegan. tapi sayang seribu kali sayang, shower, toilet dan kamar mandi di Pulau Dodola krisis air yang tak tertahankan.
Resort Pulau Dodola Besar, sayangnya air kerannya tidak selancar sinyal wifi nya

 Miris...dan skeptis...

Apakah tahun depan saat saya berkunjung ke Maluku Utara sudah ada perbaikan dan peningkatan untuk infrastruktur penunjang pariwisata nya? apakah pemerintahnya mau berbenah?
apakah pemerintah mau memberdayakan dan menjadikan industri pariwisata sebagai pemasukan utama dalam APBD mereka?
Mengingat industri pariwisata adalah industri yang sangat besar dan berkelanjutan serta bermodalkan sumber daya alam yang bisa diperbarui dan dilestarikan. pariwisata ga hanya sekedar meraup dolar sebanyak-banyaknya dari wisatawan luar negeri tapi juga menggaet wisatawan lokal yang lebih banyak menyumbang perputaran uang di industri pariwisata dalam negeri. melalui wisatawan lokal, perekonomian masyarakat cepat berkembang. wisatawan lokal banyak berbelanja di warung tradisional, homestay, penginapan melati, warung makan hingga penyewaan transportasi. mereka bayar pake uang, bukannya minta gratisan dengan memanfaatkan rasa kearifan lokal. tolong, jangan diskriminasikan wisatawan lokal dan mendewakan wisatawan manca negara. tidak pantas rasanya jika kita sebagai wisatawan lokal terusir dari resort yang di sewa wisatawan / investor  asing. harusnya pemandangan indah Indonesia boleh dinikmati oleh semua orang bukannya di monopoli orang yang beruang.
Kita tidak bisa memaksa suatu daerah merubah kiblat mata pencaharian mereka untuk bekerja dibidang pariwisata. Biarkan mereka bekerja seperti yang baisa mereka lakukan. Dengan mendatangkan wisatawan ke suatu daerah, dapat menyerap hasil produksi pertanian dan perikanan serta penggunaan jasa transportasi di daerah tersebut. Pariwisata dapat meningkatkan kegiatan perekonomian selanjutnya dapat meningkatkan taraf hidup masayarakat setempat. Pariwisata juga dapat menyerap angkatan kerja yang baru. industri ekonomi kreatif dapat berkembang, yang biasanya hanya jadi petani dan nelayan, kini ada pekerjaan menjadi guide wisatawan, sopir travel, pengusaha souvenir dan kuliner. 

Pariwisata tidak harus terpaku dengan objek wisata berbentuk fisik, melainkan berupa acara wisata yang bersifat temporary juga bisa mendatangkan keuntungan. Jika sulit untuk mendanai pembuatan dan pengelolaan suatu objek wisata, maka buat acara festival budaya,adat istiadat, keagamaan atau kuliner. Jangan lupa, bangsa Indonesia adalah Bangsa yang gemar bergotong royong. Semua hambatan bisa diatasai dengan bergotong royong.
Hayok tolong dibantu ya kawan-kawan...saya adalah satu diantara banyak orang yang ingin Pariwisata Maluku Utara bisa Maju an saya optimis bahwa potensi pariwisata Maluku Utara jika dikelola dengan baik bisa mendatangkan wisatawan sebanyak dan bahkan melampaui Raja Ampat dan Pulau Komodo. Mari suarakan perbaikan dan tingkatkan kesadaran wisata masyarakat.

Pulau Lelei, gudangnya bangunan mubadzir proyek dari Pemerintah daerah. seperti bangunan tak berdinding ini misalnya.
sayang seribu kali sayang, jika saja bangunan ini dimanfaatkan sebagai dive center, tentunya akan sangat bermanfaat.
dermaga yang cantik di Pulau Lelei yang menjadi spot snorkeling. sayangnya, ga ada tangga dermaganya.
demi melihat view pulau lelei yang indah dari ketinggian, wisatawan kudu berdoa agar gardu pandangnya tidak rubuh.
resort Pulau Widi yang tak bertuan dan dikuasai padang ilalang.

Bertualang Melihat Kerbau Kalang dan Indahnya Alam Kota Baru

  September 2022, kerbau kalang amuntai Mercu suar Pulau Tanjung Kunyit Pantai Teluk Tamiang Here I comes setelah 2 tahun tidak berlibur ke ...