Rabu, 09 Mei 2018

Benteng Kalamata, Tuan Rumah 6 Penguasa di Ternate

Benteng Kalamata, Ternate

     Benteng kalamata terletak di bibir pantai pulau ternate, tepatnya di jalan kalamata kelurahan bastiong Kota Ternate. Benteng kalamata memiliki nama lain yaitu benteng saint lucia dan benteng kayu merah. benteng kayu merah diambil dari nama kelurahan tempat benteng tersebut berada. sedangkan nama Kalamata diambil dari nama salah seorang pangeran ternate yang bernama Kaicil Kalamata.
     Benteng kalamata memiliki bentuk khas arsitektur portugis. bangunan berbentuk segi empat yang tidak lurus (poligon). memiliki 4 bastion runcing di ujungnya. setiap bastion memiliki sejumlah lubang bidik. 
     Benteng ini dibangun tahun 1540 oleh Antoni Pigaveta dari portugis sebagai benteng pertahanan dalam rangka perluasan daerah kekuasaan portugis di Pulau ternate, namun kemudian portugis meninggalkan pulau ternate tahun 1575. selanjutnya spanyol menduduki benteng kalamata dan menjadikannya pos perdagangan. tahun 1609 benteng kalamata di restorasi oleh gubernur VOC Pieter Both (belanda) dan dijadikan benteng pertahanan. pada 1624, Gubernur belanda Le Febre mencoba memperbaiki pos benteng namun gagal dan kemudian ditelantarkan. tahun 1627 benteng kalamata direbut kembali oleh spanyol dan dikuasai hingga tahun 1663. tahun 1798 benteng kalamata dikuasai kembali oleh pasukan Kaici Nuku ( Sultan Tidore ke 19) dibantu dengan pasukan Inggris. tahun 1801 benteng kalamata di kuasai inggris dan dapat direbut kembali oleh belanda dan diduduki hingga tahun 1810. tahun 1843 Residen Van Helback mengosongkan benteng hingga akhirnya menjadi terlantar dan kumuh. 
     Begitu banyak lika-liku perebutan kekuasan yang dialami benteng kalimata. benteng ini diperebutkan oleh Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris, Ternate dan Tidore. benteng ini di pugar oleh pemerintah RI tanggal 1 Juli 1994. 
     Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Benteng Kalamata, sore hari adalah waktu yang tepat.bisa dicapai dengan naik angkot dari pusat kota ternate dengan membayar Rp.5.000,- benteng kalamata terletak sejalur dengan Danau Ngade dan Kebun rempah-rempahh yang juga menjadi destinasi wisata yg wajib di kunjungi jika datang ke Maluku utara.












keluarga besar backpacker Nusantara

Backpacker Nusantara is the best

pasukan Backpacker Nusantara punya gaya

best travel mates ever! yok gabung bersama Backpacker Nusantara



Misteri yang belum terpecahkan di Benteng Tolukko Ternate

Benteng Tolukko, Ternate

     Benteng Tolukko adalah benteng peninggalan Portugis yang berada di Kelurahan Dufa Dufa 2 Km dari Kedaton Kesultanan Tidore, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Indonesia.
     Benteng Tolukko memiliki sebutan lain yaitu Fort Hollandia atau Fort Saint Lucas. Benteng ini dibangun oleh Fransisco Serao (Portugis) pada tahun 1540 Masehi. kemudian di renovasi oleh Gubernur VOC yaitu Pieter Both tahun 1610 Masehi.  kemudian di pugar oleh P Van Der Crab tahun 1864. 
     Letak Benteng Tolukko mengikuti kontur bukit batuan beku. latar belakang Benteng Tolukko menghadap ke arah Pulau Halmahera, Tidore dan Maitara. Letak benteng di atas bukit untuk memudahkan mengawasi kegiatan sultan ternate dan lalu lintas perdagangan Ternate. 
     Keunikan benteng tolukko adalah terdiri dari 2 bastion di depan dan 1 di belakang. bentuk bastion bulat tidak seperti benteng kolonial lain yang bentuknya mata panah. pada dinding sebelah kiri setelah pintu masuk terdapat lambang yang hingga kini belum diketahui maknanya atau asal usul sejarahnya.
     Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Ternate, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan Benteng Tolukko. dari kedaton Kesultanan Ternate hanya memerlukan waktu kurang dari 10 menit naik angkot menuju benteng tolukko. bilang saja sama sopir angkotnya untuk diantar ke benteng tolukko. begitu memasuki area benteng tolukko, kita diminta retribusi Rp.5.000,- per orang yang dibayarkan kepada petugas yang berada di rumah penjaga benteng tolukko. 
















Simbol yang artinya menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga sekarang



Minggu, 06 Mei 2018

terpesona kecantikan Benteng Torre di Tidore

Benteng Torre, Pulau Tidore

Dont judge a book by its cover,

     Begitulah kesan pertama saat sampai di anak tangga paling bawah pintu masuk Benteng Torre. Diapit oleh pohon dan bongkahan batu vulkanik yang amat teramat besar. setelah menaiki hingga puncak anak tangga, terlihatlah Benteng Torre yang teramat cantik jelita. jalanan paving block dengan warna abu abu dan teracota berbaur dengan warna warni bunga-bungaan yang sengaja ditanam untuk mempercantik sisa-sisa reruntuhan Benteng. sepertinya benteng torre pun pernah merasakan kekuatan vulkanis Pulau Tidore. namun tidak mengurangi keindahan Benteng Torre. 
     Sungguh pandai penjajah portugis memilih tempat untuk mendirikan benteng. lokasinya sangat strategis. dari benteng torre portugis dapat mengawasi keraton kesultanan tidore. pemandangan dari benteng torre sangatlah indah. berada di lereng gunung Kie Matubu dan hamparan pulau pulau kecil seperti Ternate, Maitara dan Halmahera. pastinya menyaksikan sunset disini sangatlah indah.
      buat kalian yang ingin menjelajah Kota Tidore, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Benteng Torre. sewa saja angkot atau mobil avanza/xenia yang ada di pelabuhan tidore. jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi objek wisata lainnya seperti Kie Kedaton (very strict and proper dress code), pantai tuguluva, monumen bendera, komplek pemakaman kesultanan, desa gurabungan, pantai air panas, dan masih banyak lagi Benteng di Tidore yang harus dikunjungi.
   Untuk memasuki Benteng Torre, tidak dipungut retribusi, hanya mengisi buku tamu yang disediakan bapak penjaga Benteng Torre. beliau sangat ramah dan baik hati. beliau senang menceritakan tentang sejarah kota Tidore. alangkah baiknya jika traveler yang dermawan mau memberi sedikit tip untuk ilmu sejarah yang diberikan oleh Bapak Penjaga Benteng Torre. 















Buat teman-teman pembaca, yang berminat ingin ikut sharecost trip maluku utara dan Papua barat bersama saya di bulan oktober 2018 nanti, bisa DM saya di akun instagram saya @edelweiss_blogger dan tinggalkan Nomor whatsapp kalian ya agar mudah dihubungi untuk perkembangan info trip

Minggu, 11 Maret 2018

Beseprah di Festival adat Kedang Ipil

Mau ikut Beseprah? Yok ke acara Nutuk Baham di Kedang Ipil tanggal 14-15 April 2018
       Beseprah, adalah tradisi makan bersama oleh masyarakat Kutai dalam setiap acara atau perhelatan adat. makan saling berhadapan antar tamu dengan jejeran menu makanan tradisional khas suku kutai disajikan ditengah. beseprah menjadi ciri khas acara adat Suku Kutai, biasanya beseprah diadakan pada festival Erau di Kota Tenggarong, acara peringatan ulang tahun Kota Tenggarong dan juga di acara peringatan ulang tahun Desa Kedang Ipil yang saya datangi bersama teman-teman pada 16-17 Nopember 2018.
     Menu makanan tradisional sangatlah sederhana tapi sangat enak dan pastinya sehat. ada sayur asam, sayur bening, sayur keladi, sop ayam kampung, ada tumis daun singkong dan kangkung. ada sambal bawang daun yang terbagi menjadi 3 macam olahan, ada yang dicampur dengan suwiran daging ikan goreng, ada yang dicampur mangga muda, ada yang dicampur dengan cabai. ada olahan ketan seperti lemang dan piadung. ada ikan biawan goreng dan yang asin. semua bahan makanan ditanam, dikumpulkan dari kebun dan diolah di bersama-sama oleh masyarakat desa. tua muda, panitia acara hingga tetua adat ikut serta dalam menjamu tamu wisatawan. dari orang tua hingga anak-anak semua bergantian mengangkat makanan dan peralatan makan yang perlu diganti untuk tamu yang makan. disini terlihat sekali indahnya kraje betulungan atau nilai kegotong royongan yang dipegang teguh oleh masyarakat desa Kedang Ipil. jamuan sederhana tapi jika dinikmati dengan suasana kekeluargaan seperti yang terlihat difoto, maka Nikmat Tuhan yang mana bisa kau dustakan. kau tak kan meminta yang lebih dari pada yang disajikan. perfecto!




      Buat kalian yang ingin berkunjung ke desa kedang ipil, harap catat nih! ingat ya, pertengahan Nopember selalu ada agenda acara peringatan ulang tahun desa kedang ipil dan pada pertengahan bulan april tanggal 14-15 tahun 2018 ada acara Nutuk Baham. setiap perhelatan adat di desa kedang ipil, selalu ada acara jamuan makan bagi tamu yang datang ke desa ipil. kalian bisa ikut menginap di rumah penduduk desa. kalian juga bisa mengikuti rangkaian acara dan berbaur dengan masyarakat desa. kalian bisa belajar membuat lemang, mengasak padi atau menanam padi gunung, menikmati keindahan air terjun,  trekking, tubing, dan menikmati keindahan desa yang dikelilingi hutan alami. apalagi jika sedang musim buah, maka desa kedang ipil menjadi surga buah-buahan. follow grup fb mahakam explore, jelajah, atau follow fb Innal Rahman untuk mengetahui agenda wisata Desa Kedang ipil dan Kutai Kertanegara. so see you there... on Nutuk Baham Festive 2018 :*
Bambu yang disediakan untuk membuat Lemang

wisatawan boleh Ikut serta belajar membuat Lemang

Lemang diolah pada saat malam agar besok pagi bisa dimakan untuk sarapan

Lemang harus dibakar selama 6 jam
Beseprah itu seru




Benteng Kalamata, Tuan Rumah 6 Penguasa di Ternate

Benteng Kalamata, Ternate      Benteng kalamata terletak di bibir pantai pulau ternate, tepatnya di jalan kalamata kelurahan bastiong Kot...