Monday, November 16, 2020

Sebuah Catatan untuk Menjadi Tour Leader

        30-31 Oktober 2020 lalu saya mengikuti workshop dan sertifikasi Tour leader, Tour Guide, Tour Planer dan travel Consultant yang diadakan ASITA 71 bekerja sama dengan LSP Odifa Sidoarjo di Hotel Amaris Kota samarinda.

    Sungguh pengalaman luar biasa bagi saya. cukup banyak ilmu yang saya peroleh dan sangat membuka wawasan saya tentang profesi-profesi di industri pariwisata. Asesor dari LSP Odifa cukup banyak memberi teori dan praktif di dunia kerja profesi industri pariwisata meski dalam waktu singkat.

        Garis besar yang bisa saya simpulkan dari pekerjaan tour leader dan tour guide adalah, dua profesi ini adalah saling mendukung. Dua profesi tersebut hampir mirip namun tidak bisa saling menggantikan, kecuali kita memiliki 2 lisensi sertifikasi dari 2 profesi tersebut. itu pun tidak bisa sistem kerja borongan karena pastinya akan kewalahan menjalankan secara berbarenganapalagi membawa grup trip yang pesertanya cukup banyak. Dengan adanya kerjasama dari tour leader dan tour guide akan menjamin kelancaran perjalanan trip wisata.

     Manfaat memiliki sertifikasi, membuktikan diri kita memiliki standar kompetensi di tingkat nasional. kompetensi kita di akui secara nasional, mendapat service fee cukup menjanjikan sesuai standar profesi dan pastinya sebagai pemikat agar perusahaan travel atau biro perjalanan wisata mau memperkerjakan profesional yang memiliki sertifikasi. 

        Tapi, memiliki sertifikasi bukan berarti kerjaan anda menakut-nakuti orang lain yang bekerja dalam profesi yang sama namun belum memiliki sertifikasi. karena kebanyakan info atau link informasi untuk mendapatkan informasi workshop dan sertifikasi cukup sulit didapatkan jika tidak berada di lingkaran pertemanan dengan pelaku industri pariwisata di daerah yang bersangkutan.

        Banyak Interpretasi yang salah selama ini saya dapatkan dari mulut ke mulut. seperti tour guide tidak boleh membawa tamu lebih dari 4 wisatawan sekaligus, hanya tour leader yang boleh membawa wisatawan diatas 10 wisatawan sekaligus. its HOAX. setelah diklarifikasi dari Asesor, ternyata tour guide dan tour leader memiliki 2 wilayah kerja yang berbeda. Tour Guide memiliki wilayah Kerja 2 macam yaitu tour guide muda mencakup wilayah 1 kota sedangkan tour guide praja mencakup wilayah 1 provinsi. jadi tour guide tidak bisa lintas provinsi. tour leader memiliki wilayah kerja lebih besar yaitu mencakup dalam dan luar negeri tanpa batasan. tour leader bisa lintas provinsi dan lintas negara.

me & Irene

        Dalam artikel kali ini, saya akan menjabarkan teori tentang tugas, wewenang dan tanggung jawab seorang tour leader yang saya kumpulkan dari hasil workshop dan browsing di website perusahaan travel serta skripsi yang berkaitan dengan pariwisata. semoga berkenan dibaca dan menjadi ilmu yang membuka wawasan kita semua. ASITA 71 yang memfasilitasi workshop dan Sertifikasi tour guide, tour leader,tour planner & travel consultant di Hotel Amaris. 

LSP ODIFA dan ASITA 71

    Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak & Ibu Asesor dari LSP Odifa Surabaya yang telah memberikan teori dan praktik tentang profesi di industri pariwisata serta sesi wawancara lisan yang cukup menyenangkan tanpa rasa tegang. haseeekkk... saya sarankan kepada teman teman di kaltim, yang bekerja di bidang pariwisata terutama yang membawa open trip segeralah kalian ikut sertifikasi sebagai tour guide atau tour leader. sekian, terima gajih. langsung ke teori yak,,,

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA

WORKSHOP DAN SERTIFIKASI TOUR LEADER

OLEH ODIFA TOURISM CONSULTANT SURABAYA

  1. BEKERJASAMA DENGAN MITRA KERJA DAN WISATAWAN.
  2. BEKERJA DALAM LINGKUNGAN SOSIAL YANG BERBEDA.
  3. MENGIKUTI PROSEDUR KESEHATAN, KESELAMATAN DAN KEAMANAN DI TEMPAT KERJA.
  4. MENANGANI SITUASI KONFLIK.
  5. MENGEMBANGKAN DAN MEMUTAKHIRKAN PENGETAHUAN PARIWISATA.
  6. MELAKUKAN PERSIAPAN TUR.
  7. MENGKOORDINASIKAN JADWAL PERSIAPAN.
  8. MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DESTINASI.
  9. MENGATUR KEBERANGKATAN.
  10. MENGATUR SAAT TRANSIT.
  11. MENGATUR SAAT TIBA.
  12. MENGATUR SAAT DI KENDARAAN.
  13. MENGATUR SAAT CHECK IN DAN CHECK OUT DI HOTEL.
  14. MENGATUR PESERTA SAAT TUR.
  15. MENGELOLA TUR TAMBAHAN.
  16. MENGATUR PERPINDAHAN MODA TRANSPORTASI.
  17. MENGELOLA PERMASALAHAN YANG TIDAK TERDUGA.
  18. MENANGANI KELUHAN PESERTA SELAMA TUR.
  19. MENGELOLA LAPORAN TUR.
  20. MELAKUKAN KOMUNIKASI SECARA LISAN DALAM BAHASA INGGRIS PADA TINGKAT OPERASIONAL DASAR.
  21. MEMBACA DALAM BAHASA INGGRIS PADA TINGKAT OPERASIONAL DASAR.
  22. MENULIS DALAM BAHASA INGGRIS PADA TINGKAT OPERASIONAL DASAR.

Tour leader adalah seseorang yang bertugas untuk memandu, mendampingi, memimpin, mengayomi perjalanan wisata sebuah grup/sekelompok orang yang melakukan perjalanan wisata.

Tugas pokok seorang tour leader adalah : 

  • untuk memimpin atau memandu sebuah perjalanan wisata yang dilakukan oleh sekelompok orang.

  • memperkenalkan profil perusahaan;

  • berterima kasih kepada peserta tour karena sudah memakai jasa perusahaan tempat di mana dia bekerja;

  • memimpin doa sebelum tour dimulai; 

  • menghafal atau setidaknya mengingat nama-nama peserta yang ikut dalam tournya;

  • membagikan dan menjelaskan jadwal perjalanan kepada peserta tour; 

  • menghibur peserta tour, 

  • menghubungi hotel atau rumah makan yang nantinya akan dipakai oleh peserta tour; 

  • menampung saran atau kritik dari peserta tour

  • membuat estimasi biaya perjalanan

    Hal apa saja yang harus dikuasai oleh seorang TL?

  1. penguasaan bahasa, baik bahasanya sendiri (native laguage), bahasa asing (Bahasa Inggris itu wajib hukumnya), maupun sedikit bahasa daerah di daerah yang akan ia kunjungi.
  2. berpengalaman berinteraksi. Utamanya dengan orang-orang pada usia tertentu, misalnya, orang tua, anak remaja atau bahkan anak kecil, baik laki-laki maupun perempuan.
  3. seorang TL tidak saja memposisikan diri sebagai pendengar yang baik, namun juga mampu bersikap tegas pada waktu bersamaan.


Perbedaan antara Tour Leader dan Tour Guide dapat dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Jadwal dan Durasi Perjalanan

Tour Leader memiliki jadwal dan durasi perjalanan yang sama dengan para wisatawan yang dipimpinnya. Artinya seorang Tour Leader harus menemani wisatawan dan mengikuti seluruh rangkaian tur dari awal hingga akhir. 
Tour Guide hanya bertugas menjelaskan destinasi yang merupakan tanggung jawabnya saja. Misalnya seorang Tour Guide untuk Kota Yogyakarta hanya menjelaskan kepariwisataan di Kota Yogyakarta saja. Jika wisatawan melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di luar wilayah tanggung jawab dari Tour Guide, maka tugas dari Tour Guide sudah selesai.

2. Tanggung Jawab

Seorang Tour Leader tidak hanya bertanggung jawab untuk menemani wisatawan selama melakukan perjalanan wisata saja. Tour Leader juga memiliki tanggung jawab untuk mengatur agar perjalanan wisata dapat berlangsung dengan lancar seperti melakukan morning call serta ontime scedhule dengan menyesuaikan antara kondisi saat itu dan itinerary yang telah disusun sebelumnya. Tour Leader juga bertanggung jawab dalam memastikan keadaan dari wisatawan yang dipimpinnya dan harus selalu memeriksa apakah rombongannya lengkap atau ada yang tertinggal. 
namun, jika ada wisatawan yang memisahkan diri dari kelompok ketika sedang melakukan kegiatan wisata tanpa meminta izin dari Tour Leader, maka Tour Leader juga tidak memiliki bertanggung jawab terhadap wisatawan tersebut.

Untuk Tour Guide, tanggung jawab yang diemban hanyalah menjelaskan secara rinci (dan menyenangkan) mengenai seluk beluk kepariwisataan di destinasi yang menjadi tanggung jawabnya. Karena penjelasan dari Tour Guide ini sangat berpengaruh terhadap persepsi wisatawan akan destinasi yang sedang dikunjungi, maka seorang Tour Guide harus memiliki lisensi resmi dari dinas pariwisata setempat. 
Ini juga menjadi batasan terhadap Tour Leader, bahkan tidak dianjurkan bagi Tour Leader untuk memberikan penjelasan secara rinci mengenai destinasi yang sedang dikunjungi kecuali Tour Leader memiliki lisensi sebagai Tour Guide di destinasi tersebut.

3. Pengetahuan Sejarah dan Budaya

Tour Leader memiliki cakupan kerja yang luas yaitu semua destinasi yang dikunjungi oleh rombongannya. Oleh karena itu, Tour Leader tidak dibebankan untuk mengetahui secara rinci mengenai sejarah dan budaya di masing-masing destinasi yang dikunjungi. Selain itu, tugas utama seorang Tour Leader bukanlah menjelaskan suatu destinasi melainkan memimpin rombongannya. 
Namun, Tour Leader sebaiknya memiliki pengetahuan secara umum mengenai destinasi yang sedang dikunjungi, serta sedikit memahami bahasa daerah dari destinasi tersebut (jika terdapat perbedaan bahasa) sehingga komunikasi antara masyarakat lokal dengan rombongan dapat terjalin dengan baik. 
Karena telah memiliki lisensi untuk memandu wisatawan di destinasi yang menjadi tanggung jawabnya, maka Tour Guide wajib untuk mengetahui secara detail mengenai sejarah dan budaya di destinasi tersebut. Oleh karenanya, biasanya Tour Guide adalah penduduk lokal. Tour Guide juga harus menyampaikan penjelasannya secara menyenangkan agar rombongan wisatawan tidak bosan.
Dokumen Penting Selama membawa Peserta Rombongan Paket Wisata atau Tour Oleh Tour Leader.

- Surat tugas pemandu atau T/L dan driver bila diperlukan

- Susunan Program Tour atau biasa disebut Itinerary (1 Lembar untuk driver)

- Daftar peserta rombongan paket wisata atau tour lengkap per bus dengan no telpnya

- Bukti-bukti pembayaran (obyek wisata/Hotel / Tempat wisata / dll)

- Perhitungan alokasi dana selama acara tour 

- Peta Lokasi obyek wisata yang akan dikunjungi

- Nomor-nomor telephone penting yang perlu diperhatikan

- Nomor untuk di tempel di kaca depan bus

- P3K (Termasuk kantong plastik untuk mabuk kendaraan)

Etika saat memandu

Berpakaian : 

- bersih, rapi, wangi dan sopan. 

- Bersepatu/sendal trekking dan atributlengkap. 

- Memakai atribut HPI (slayer, pin, topi).

Etika Memandu 

- Pada saat penjemputan tamu wajib memperkenalkan diri dan team work dengan baik.

- Menguasai salah satu bahasa asing. 

- Menguasai/mampu menjelaskan objek yang dikunjungi.

- Mengetahui objek-objek wisata Indonesia. 

- Antusiasme dan optimisme dalam menjalankan tugas. 

- Manjaga nama baik semua pihak. 

- Mengikuti aturan Taman Nasional dan adat istiadat. 

- Tidak mengkonsumsi alkohol, merokok dan narkoba pada saat memandu Pelayanan Tour

Hari pertama workshop


Penanganan masalah
          Itinerary yang telah disusun sebelum tur dilaksanakan adalah sebuah rencana yang diharapkan dapat dilaksanakan sesuai dengan apa yang disebutkan didalamnya, namun tidak menutup kemungkinan terjadinya penyimpangan atas program tersebut.
            Penyimpanan dapat terjadi karena kondisi yang berada di luar jangkauan manusia seperti banjir, kerusuhan massa. Kondisi tersebut mengakibatkan kegiatan tur tidak dapat dilaksanakan sebagaimana direncanakan. Penyimpangan dapat pula terjadi karena unsur kesengajaan baik oleh wisatawan sendiri maupun oleh pramuwisata.
Adapun cara menangani masalah tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Apabila penyimpangan terjadi karena kondisi di luar jangkauan manusia maka pramuwisata harus merundingkan kondisi yang terjadi dengan wisatawan atau tour leader serta kemungkinan-kemungkinan yang dapat dilakukan.
  2. Apabila penyimpangan terjadi karena unsur kesengajaan maka harus dijelaskan alasannya serta kompensasi atas penyimpangan. Jika hal tersebut atas permintaan wisatawan maka tidak merupakan keharusan bagi pramuwisata untuk memberikan kompensasi atas penyimpangan yang dilakukan.
            Hal penting yang perlu diingat oleh pramuwisata bahwa untuk setiap keputusan alternatif yang diambil dalam menyelesaikan penyimpangan pelayanan harus didukung dengan bukti tertulis yang disetujui oleh bersama antara pramuwisata dan wisatawan
Kehilangan:
      Kehilangan dapat berupa kehilangan barang maupun kehilangan peserta wisatawan. Kehilangan barang dapat berupa barang bawaan, paspor, uang, tiket perjalanan. Kehilangan dapat terjadi di airport, terminal atau pelabuhan, hotel, atau di tempat-tempat lain.
     Bentuk bantuan yang diberikan oleh pramuwisata tergantung dari tempat kejadian kehilangan. Kehilangan yang terjadi di airport menuntut pramuwisata lebih aktif memberikan bantuan pencarian dibandingkan dengan kehilangandi hotel karena hotel telah memiliki prosedur sendiri atas kasus kehilangan.
Kecelakaan:
        Apabila dalam perjalanan terjadi kecelakaan maka hal-hal yang perlu dilakukan oleh pramuwisata, antara lain:
  1. Memberikan pertolongan pertama kepada wisatawan yang mengalami luka ringan.
  2. Mengantarkan wisatawan ke puskesmas atau ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan.
  3. Memberikan keterangan yang diperlukan oleh pihak kepolisian atas kejadian kecalakaan tersebut.
  4. Dalam hal ini sudah barang tentu diperlukan biaya untuk penyelesaikan pengobatan di puskesmas atau ke rumah sakit, sehingga pramuwisata harus mengkomunikasikannya kepada perusahaan yang mempekerjakannya untuk penyelesaian lebih lanjut.
Sakit atau Meninggal
          Bagi wisatawan yang menderita penyakit tertentu maka sebelum tour berlangsung diinformasikan untuk membawa obat pribadi yang diperlukan selama tour. Akan tetapi pramuwisata harus menyiapkan obat-obat tertentu untuk memberikan pertolongan sementara jika wisatawan mengalami sakit di perjalanan. Obat-obatan yang dapat dibawa antara lain: paracetamol, aspirin, anti alergi dan lain-lain.
Seandainya wisatawan sakit di perjalanan maka:
  1. Tanyakan apakah yang bersangkutan membawa atau harus minim obat tertentu untuk meredakan sakitnya.
  2. Berikan pertolongan pertama semampunya.
  3. Jika perlu berikan obat-obatan yang dapat dikonsumsi secara umum untuk sakit tertentu misalnya influensa, panas, alergi.
  4. Apabila sakitnya tidak dapat ditangani maka rujuk ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
  5. Laporkan ke perusahaan.
Apabila sakitnya terjadi di hotel, maka pihak hotel akan menanganinya dengan memberikan pertolongan pertama, memanggil dokter atau apabila parah maka hotel akan merujuknya ke rumah sakit.
Jika wisatawan meninggal maka:
  1. Buat peserta lain agar tidak panik.
  2. Panggil ambulance dan kirim ke rumah sakit. Jika memanggil ambulance tidak mungkin maka gunakan kendaraan tur.
  3. Rundingkan dengan wisatawan atau tur leader untuk kegiatan berikutnya, dilanjutkan atau tidak.
  4. Laporkan ke perusahaan.
Keluhan Wisatawan
            Keluhan wisatawan tidak terbatas pada pelaksanaan panduan seorang pramuwisata, aka tetapi menyangkut kesuluruhan fasilitas dan pelayanan yang didapat selama melakukan tur dan pramuwisata harus dapat menanganinya secara profesional.
        Untuk dapat menangani keluhan secara profesional, maka harus diketahui terlebih dahulu jenis keluhan tersebut. Pada dasarnya keluhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
  1. Keluhan Sejati: Adalah keluhan yang timbul karena kondisi fasilitas dan pelayanan berdasarkan standar umum tidak memuaskan arau tidak sesuai dengan perjanjian sebelumnya.
  2. Keluhan biasa: Adalah keluhan yang timbul karena pengaruh cara pandang wisatawan terhadap fasilitas atau pelayanan yang diterima. Dalam hal ini antara wisatawan yang satu dengan yang lain mungkin saja berbeda penilaiannya terhadap fasilitas atau pelayanan yang sama.
            Apapun jenis keluhannya, pramuwisata harus dapat menangani secara arif dan bijaksana dengan menggunakan prinsip-prinsip 4 M: (mendengarkan, memahami, meneliti, menangani, minta maaf). Setiap keluhan yang terjadi seharusnya dilaporkan secara tertulis kepada perusahaan yang akan bermanfaat bagi perbaikan pelayanan dan mengantisipasi munculnya keluhan yang sama di masa yang akan datang
Pelayanan Transfer
            Transfer adalah kegiatan perpindahan wisatawan dari satu tempat ke tempat lain. Tempat-tempat yang dimaksud dapat berupa airport, pelabuhan, terminal maupun hotel. Dilihat dari asal dan tujuan perpindahan tersebut maka transfer dapat dibedakan menjadi:
  1. Transfer in atau Arrival Transfer: Adalah kegiatan penjemputan tamu dari tempat kedatangan (airport, pelabuhan atau terminal) untuk dibawa dan melakukan check in di suatu hotel.
  2. Transfer out atau Departure Transfer: Adalah kegiatan pengantaran tamu dari hotel ke tempat keberangkatan (airport, pelabuhan atau terminal) untuk kembali ke tempat asal atau melanjutkan perjalanan ketempat lain.
  3. Transfer Hotel: Adalah kegiatan pengantaran kepindahan tamu dari hotel yang satu ke hotel yang lain karena sebab-sebab tertentu baik atas permintaan tamu sendiri atau keinginan pihak hotel.
  4. Intercity Transfer: Adalah kegiatan pengantaran tamu dari satu kota ke kota lain. Adakalanya dalam perjalanan selama transfer tersebut diselingi dengan kegiatan tur.
Tour atau wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatant ersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. (Undang-undang Nomor 9 thn 1990, tentang Kepariwisataan).
            Tur yang dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam disebut ekskursi, sedangkan yang lebih dari 24 jam diistilahkan dengan wisata paket. Wisata paket pada dasarnya adalah rangkaian dari beberapa eksekursi.
Rincian tugas yang harus dilakukan pramuwisata sebelum tur dilaksanakan adalah sebagai berikut:
  1. Teliti guide order, terutama tentang nama wisatawan atau rombongan, jumlah, nama hotel dan nomor kamar, pesawat dan nomer penerbangan, perkiraan waktu keberangkatan.
  2. Hubungi pengemudi dan cek kesiapan kendaraan.
  3. Siapkan uang yang diperlukan untuk keperluan tour.
  4. Pastikan segala perlengkapan telah siap sebelum berangkat.
  5. Perkirakan waktu berangkat yang sesuai dengan EDT sehingga tidak terjadi keterlambatan.
TUGAS TOUR LEADER (TL) KETIKA DI DALAM BUS (JIKA OVERLAND)
  1. MEMIMPIN DOA DAN MEMBERIKAN SALAM PEMBUKA SEKALIGUS MEMPERKENALKAN BIRO PERJALANAN WISATA (BPW) YANG DI PERCAYA MENGHANTARKAN ACARA WISATA TERSEBUT.
  2. MEMPERKENALKAN NAMA TOUR LEADER (TL) DAN CREW BUS ( DRIVER DAN CO DRIVER ) SEBAGAI SEBUAH TEAM YANG SELALU DENGAN SETIA MENEMANI PERJALANAN WISATA TERSEBUT.
  3. MENYAMPAIKAN FASILITAS-FASILITAS YANG ADA DALAM BIS DAN FASILITAS YANG DISEDIAKAN OLEH BPW DI BUS TERSEBUT, CONTOH : P3K, SOFTDRINK, AUDIO VISUAL, RECLEANING SEAT, AIR CONDITIONER DLL.
  4. MENYAMPAIKAN DAN MEMBERITAHUKAN TENTANG JADWAL PERJALANAN DAN WAKTU TEMPUH DI TIAP-TIAP LOKASI ATAU TEMPAT TRANSIT YANG AKAN DIKUNJUNGI SECARA JELAS DAN DAPAT DI PAHAMI OLEH SELURUH ROMBONGAN.
  5. MEMBANTU PESERTA ROMBONGAN BILA DALAM PERJALANAN MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN SEPERTI MABUK DARAT, MASUK ANGIN, SAKIT KEPALA DLL.
  6. MENGINGATKAN KEPADA PARA ROMBONGAN UNTUK SELALU MENJAGA BARANG-BARANG BAWAANNYA DAN MEMBANTU MENEMPATKAN DIBAGASI DENGAN RAPI.
  7. MEMBAGIKAN SNACK ATAU SOUVENIR KEPADA SEMUA ROMBONGAN.
  8. MEMIMPIN PERMAINAN GAMES DI DALAM BUS.
TUGAS TOUR LEADER (TL) KETIKA DI RUMAH MAKAN ATAU TEMPAT MAKAN
  1. MENGECEK PERSIAPAN DAN MENU YANG DI SAJIKAN PADA ACARA MAKAN TERSEBUT.
  2. MENGINFORMASIKAN KEPADA CATHERING BILAMANA ADA MENU YANG KURANG ATAU HABIS DALAM ACARA MAKAN TERSEBUT.
  3. MEMPERSILAHKAN MAKAN KEPADA PESERTA TOUR YANG BELUM MENIKMATI MAKAN ATAU KARENA YANG BERSANGKUTAN MEMPUNYAI KESIBUKAN LAIN SEBELUM BELIAU MENIKMATI MAKAN.
  4. BILA MAKAN DISAJIKAN DENGAN BOX SEORANG TOUR LEADER (TL) BERTUGAS MEMBAGIKAN BOX BESERTA MINUM KEPADA MASING-MASING PESERTA.
  5. KALAU ACARA MAKAN SUDAH SELESAI TOUR LEADER (TL) BERKEWAJIBAN UNTUK MENGINFORMASIKAN KEPADA ROMBONGAN UNTUK KEMBALI KE BUS GUNA MELANJUTKAN PERJALANAN KEMBALI.
  6. TOUR LEADER BELUM DIPERKENANKAN MAKAN APABILA SEMUA ROMBONGAN BELUM MAKAN KESELURUHAN.
TUGAS TOUR LEADER (TL) KETIKA DI HOTEL
  1. MEMBERI INFORMASI KEPADA PESERTA MENGENAI NAMA HOTEL DAN FASILITAS YANG DI SEDIAKAN.
  2. MENGECEK KEMBALI JUMLAH KAMAR YANG DI PESAN.
  3. SEBELUM SAMPAI DI HOTEL TOUR LEADER MEMBACAKAN NAMA KELOMPOK DALAM SATU KAMAR SEPERTI YANG TELAH DISUSUN OLEH PANITIA.
  4. MEMBUKAKAN PINTU KAMAR.
  5. PENGECEKAN TIAP-TIAP KAMAR APAKAH SUDAH SESUAI DENGAN KAPASITAS DAN PEMBAGIAN DENGAN DAFTAR NAMA.
  6. MENGECEK KONDISI KAMAR BAIK KEBERSIHAN, PERLENGKAPAN TIDUR, KAMAR MANDI, LAMPU PENERANGAN PADA TIAP RUANGAN MENGECEK CATERING UNTUK BREAKFAST ATAU DINNER DI HOTEL.
  7. MENYEDIAKAN FASILITAS TAMBAHAN SESUAI DENGAN PERMINTAAN PESERTA (MENGACU PADA KONTRAK YANG DI SEPAKATI)/ KONDISIONAL.

Saturday, November 14, 2020

MAGNIFICENT SEVEN OF EAST BORNEO WILDLIFE versi EDELWEISS BLOGGER

             
Apa itu magnificent seven of east borneo? adalah 5 jenis hewan dan 2 jenis tumbuhan yang menjadi kebanggaan Kaltim dan harus dilihat jika mengunjungi Kalimantan Timur.
Apa apa saja? saya meringkasnya sebagai berikut :
  1. stingless Jelly fish (Schypozoa)
  2. whale shark (rhincodon thypus)
  3. Borneo Orang Utan ( Pongo Pygmaeus Morio)
  4. Pesut Mahakam / Freshwater Dolphin ( Orcaella Brevirostris )
  5. Borneo Black Orchid ( Coelogyne pandurata )
  6. Iron wood ( Eusideroxylon Zwageri )
  7. Enggang Gading ( Rhinoplax Vigil )
7 wildlife diatas merupakan sebagian kecil dari Biodiversity yang dimiliki Pulau Kalimantan pada umumnya dan kalimantan timur khususnya. tidak semua hewan dan tumbuhan tersebut mudah ditemui. ada yang berada di area khusus dan ada pula yang illusive alias bisa melihat hanya karena keberuntungan. di artikel ini saya akan berbagai sedikit info dari masing masing wildlife yang mewakili Magnificent Of East Borneo Wlidlife beserta lokasi pengamatannya.

Jadi belajar mengenali, membangkitkan rasa mencintai, berusaha untuk menemui di habitat asli dan berjuang untuk melindungi adalah pencapaian tertinggi yang ingin saya bagi kepada para pembaca. penasaran akan keistimewaan Magnificent Seven Of East Borneo?yuk mari dibaca.

Stingless Jellyfish (Ubur-Ubur Tanpa Sengat)

Stingless Jelly Fish at Kakaban Island
lokasi :

Di Dunia : Indonesia dan Palau

Di Indonesia : ada 10 tempat di Indonesia, dua diantara di Kalimantan Timur yaitu :
  1. Danau Pulau Kakaban kecamatan Maratua Kabupaten Berau kalimantan timur,
    Mengapa ada ubur-ubur tanpa sengat di kakaban? berawal dari sebuah pulau karang berbentuk cincin (atol). ditengah atol berisi air laut (laguna). karena adanya pergerakan lempeng bumi menyebabkan pulau atol terangkat hingga 40-60 meter ke atas permukaan laut yang memerlukan proses 1-2 juta tahun lamanya.
    Setelah permukaan terangkat, air laut didalamnya terjebak bersama biota laut lainnya sehingga mengalami adaptasi dan evolusi. ubur-ubur kehilangan sengat karena tidak memiliki predator alami sehingga tidak memerlukan alat perlindungan diri dan juga memiliki sumber makanan yang melimpah. meskipun danau kakaban terisolasi, danau kakaban masih bersifat asin/payau karena di dasarnya terdapat sejenis lubang, saluran atau retakan yang memungkinkan pertukaran air danau dengan air laut disekitarnya.
    Mengapa ada ubur-ubur tanpa sengat di kakaban? berawal dari sebuah pulau karang berbentuk cincin (atol). ditengah atol berisi air laut (laguna). karena adanya pergerakan lempeng bumi menyebabkan pulau atol terangkat hingga 40-60 meter ke atas permukaan laut yang memerlukan proses 1-2 juta tahun lamanya.
    Setelah permukaan terangkat, air laut didalamnya terjebak bersama biota laut lainnya sehingga mengalami adaptasi dan evolusi. ubur-ubur kehilangan sengat karena tidak memiliki predator alami sehingga tidak memerlukan alat perlindungan diri dan juga memiliki sumber makanan yang melimpah. meskipun danau kakaban terisolasi, danau kakaban masih bersifat asin/payau karena di dasarnya terdapat sejenis lubang, saluran atau retakan yang memungkinkan pertukaran air danau dengan air laut disekitarnya.
    ada 4 spesies ubur ubur tanpa sengat di pulau kakaban yaitu ubur-ubur Bulan (Aurelia aurita), ubur-ubur terbalik upside-down jellyfish (Cassiopea ornata), ubur-ubur totol (mastigias papua) dan ubur-ubur kotak (Tripedalia cystosphora).
  2. Danau Haji Buang Pulau Maratua Kabupaten Berau Kalimantan Timur. ada populasi kecil ubur-ubur yang mirip dengan ubur-ubur tanpa sengat yang ada di danau kakaban. namun perlu diteliti lebih jauh apakah merupakan habitat alami yang proses pembentukannya sama seperti yang di Pulau Kakaban, atau hanya buatan manusia yang memindahkan sejumlah ubur-ubur kakaban ke danau tersebut untuk alasan tertentu. wallahualam.

Whale Shark ( Hiu Paus)

lokasi wisata pengamatan hiu paus
Di Dunia :
  1. pantai timur afrika, Negara-negara lepas pantai timur Afrika seperti Kenya, Mozambik, Djibouti, dan Tanzania merupakan salah satu tempat terbaik untuk melihat hiu paus. Di Mozambik, hiu paus bisa terlihat pada bulan November hingga Februari. Hiu paus mengunjungi perairan Djibouti untuk memakan plankton di sekitar Laut Merah. Di Madagaskar,ada pusat penyelaman bersama hiu paus tepatnya di Pulau Nosy Be.
  2. Honduras, bisa melihat hiu paus terutama Pulau Utila. Keunikan dari pulau ini karena hiu paus dapat dilihat sepanjang tahun. Selain Utila, hiu paus sering terlihat di lepas pantai Pulau Roatan di Karibia.
  3. Ningaloo Reef Australia merupakan tempat terbaik penyelaman untuk berenang bersama ikan paus. Hiu paus juga dapat terlihat di sekitar perairan Australia setiap bulan Maret hingga Juli.
  4. Pulau Holbox dan Pulau Mujeres ( Meksiko) merupakan salah satu tempat terbaik hiu paus di dunia. Waktu yang tepat untuk melihat hiu paus di Meksiko adalah dari Juni hingga September.
  5. pulau cebu, Oslob, Philipina Selatan terdapat tempat wisata memberi makan hiu paus namun sempat menuai protes dan kecaman keras karena mengubah perilaku alami hiu paus yang enggan bermigrasi karena ketergantungan dari pemberian makanan atraksi turis.
Di Indonesia :
  1. taman nasional teluk cenderawasih nabire papua barat. bisa diakses dengan penerbangan ke nabire kemudian dilanjutkan naik perahu ke kwatisore selama 3 jam. disarankan datang pada bulan Mei dan Oktober saat cuaca baik.
  2. pantai botubarani, Gorontalo. bisa diakses dari pusat kota Gorontalo naik kendaraan bermotor kurang lebih 40 menit menuju desa botubarani.
  3. tali sayan kabupaten Berau Kalimantan Timur dapat diakses dengan penerbangan ke Bandara Kalimarau, Berau, lalu melanjutkan perjalanan ke Talisayan selama 4 jam melalui jalur darat. Selanjutnya naik perahu dari Dermaga Talisayan untuk ke tengah, tempat bagan-bagan berada. perhatikan waktu perjalananmu dengan cermat, ya, karena hiu paus hanya ada setelah subuh dan sebelum matahari meninggi.
  4. Pulau Derawan Kabupaten Berau Kalimantan Timur dapat diakses dengan penerbangan ke Bandara Kalimarau, Berau, lalu melanjutkan perjalanan ke tanjung batu kurang lebih 2 jam menggunakan mini bus travel. setelah itu naik speed boat reguler menuju pulau derawan kurang lebih 30 menit. setelah sampai di Pulau Derawan sewa kapal untuk menuju Bagan yang disinggahi Hiu Paus.
Nama latin Hiu Paus adalah Rhincodon typus. Hiu paus adalah ikan terbesar di lautan yang mengarungi samudera dan menyembunyikan misteri dari siklus hidupnya. Jika ingin bertemu dengan hiu paus di alam, kita bisa menemukannya di Perairan Berau. Perairan Berau diketahui sebagai salah satu wilayah dengan adanya kemunculan hiu paus secara berkala.

Berdasarkan penelitian berkala yang dilakukan sejak 2014 silam di Perairan Berau, sebanyak 93 individu hiu paus teridentifikasi dan didominasi oleh pejantan (90 individu). Tidak hanya di Perairan Berau, sebanyak lebih dari 10 individu hiu paus dari kelompok ini teramati muncul di Perairan Talisayan dan juga di Pulau Derawan.

Panjang total hiu paus yang yang ditemukan berkisar antara 3-7 meter sehingga masih dikategorikan sebagai remaja belum dewasa (juvenile). Perairan Berau menyediakan tempat hidup yang nyaman dan makanan yang cukup bagi hiu paus terutama para individu juvenil jantan. Hiu paus biasa muncul ketika bagan beroperasi di Talisayan yaitu ketika musim Selatan (Juni-Oktober atau Mei-Desember).

Menurut cerita warga Talisayan, hiu paus mulai berdatangan ke perairan mereka sejak para nelayan membuang hasil tangkapan ikan kecil ke laut. Biasanya, hiu paus akan berkeliaran untuk makan dekat bagan pada pukul 05.00 – 08.00 WITA. Kamu pun tidak perlu berenang terlalu dalam karena saat diberi makan, hiu paus akan berada pada kedalaman 5 meter saja sebelum kenyang dan kembali ke tengah laut. Hiu paus hanya ada setelah subuh dan sebelum matahari meninggi. selain di Tali Sayan, Hiu Paus juga sering muncul disekitar Bagan Pulau Derawan.

Menariknya, hiu paus hanya muncul di Derawan saat musim angin utara. Ketika masuk musim angin selatan, mereka akan berpindah ke Talisayan. Jadi kalau kamu tidak ketemu hiu paus di Talisayan, bisa jadi mereka sedang bermain di Derawan.


Iron Wood ( Pohon Ulin )

ulin raksasa, sangkimah, TN Kutai

Nama latinnya adalah Eusideroxylon zwageri T. et B. Pohon ini banyak tumbuh secara alami di Pulau Kalimantan, Sumatera bagian Timur dan Selatan, Pulau Bangka dan Belitung.

Pohon ulin biasa juga disebut dengan sebutan kayu besi, bulian atau orang Sumatera Selatan biasa menyebutnya onglen. Ulin yang digolongkan ke dalam suku Lauraceae ini pada umumnya memiliki tinggi pohon sekitar 30- 35 meter sampai 50 meter, dengan diameter setinggi dada yaitu 60 cm hingga 120 cm.

Kayu ulin terkenal akan ketahanannya terhadap perubahan suhu, kelembaban, serta tahan terhadap pengaruh air laut, karena sifat kayunya yang sangat berat dan keras. Karena karakteristik inilah, maka kayu ulin memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.

Pohon ulin juga memiliki beberapa manfaat dari sisi ekologis, antara lain:
  1. Sebagai habitat bersarangnya orang utan, selain itu daun mudanya juga merupakan makanan bagi orang utan.
  2. Pohon ulin juga mampu menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis dan mengurangi pengaruh efek rumah kaca
  3. Akarnya yang kuat mampu menahan air dan mencengkram tanah dengan kuat sehingga dapat mencegah terjadinya erosi dan longsor
  4. Manfaat dari sisi kesehatan yaitu biji dan buah pohon ulin dipercaya sebagai bahan pengobatan herbal untuk menghitamkan rambut dan mencegah tumbuhnya uban. Selain itu, biji ulin yang telah dihaluskan juga dapat digunakan sebagai obat bengkak.
Di Taman Nasional Kutai, Kalimantan, pertumbuhan pohon ulin bersifat alami dan memiliki struktur vegetasi. Hal ini menunjukan bahwa spesies ulin dapat beregenerasi dengan baik.

Ulin Raksasa & Tertua 1.000 Tahun

Salah satu taman nasional di Kalimantan, tepatnya Taman Nasional Kutai menjadi lokasi tumbuhnya pohon berkayu besi tertua dan terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Di wilayah hutan tropis dataran rendah yang terletak di Desa Sangkima, Kabupaten Kutai Timur terdapat pohon ulin yang usianya telah mencapai lebih dari 1.000 tahun dengan diameter 2,47 meter.

Kayu yang menjadi buruan para penjarah kayu ini tumbuh sempurna dan pertama kali ditemukan pada tahun 1993 oleh Sarjo, tenaga pengamanan hutan Taman Nasional Kutai ketika mendampingi peneliti asing. Menurutnya, pohon tua ini dapat selamat dari penjarahan kayu karena berada di kawasan wisata alam yang dilindungi.
Status Konservasi

Pohon ulin merupakan salah satu tanaman yang termasuk kedalam kategori IUCN 2.3 (International Union for Conservatian of Nature) yaitu termasuk dalam kategori rentan ( Vulnerable ).

Ulin juga termasuk ke dalam daftar tanaman yang ada pada Apendix II CITES (Convetion International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) sehingga konservasi sumberdaya genetik dan budidaya terhadap jenis ini perlu segera dilakukan.

Status konservasi pohon ulin dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 54/KPTS/UM/2/1972 yang menyatakan bahwa pohon ulin termasuk spesies yang dilindungi dan penebangan pohon ini hanya diperbolehkan pada pohon yang memiliki diameter 60 cm ke atas.

Kayu ulin boleh diperdagangkan untuk lokal dan pasar ekspor selama management authority dari negara pengekspor mengeluarkan izin. Izin yang diperlukan untuk ekspor berdasarkan pada saran scientific authority yang telah mengadakan kajian dan menyimpulkan bahwa perdagangan jenis tumbuhan ini tidak akan membahayakan kelestariannya atau populasi pohon ulin di alam.

Namun dalam perkembangan terbaru, tanaman ulin ternyata kini tak lagi dilindungi. Melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106/2018 Kementerian Lingkungan Hidup, ada 9 jenis tumbuhan lain yang dikeluarkan dari daftar terlindungi dan salah satunya adalah Kayu Ulin.

Konservasi in-situ jenis pohon ulin antara lain terdapat di :
  1. Taman Nasional Kutai,
  2. Hutan Lindung Sungai Wain Balikpapan,
  3. KHDTK Samboja Kabupaten Penajam Paser Utara,
  4. Hutan Lindung Gunung Lumut Kabupaten Paser,
  5. KHDTK Berau Kabupaten Berau
  6. Taman Borneo Samarinda
  7. pusat pembibitan pohon ulin oleh Kelompok Green House pesona Alam Bontang.
Konservasi Ek-Situ yaitu di luar tempat tumbuh ulin perlu juga dilakukan antara lain di areal HTI dan areal Kelapa Sawit. Jenis pohon ulin beserta jenis asli setempat lainnya disarankan untuk ditanam pada areal HTI dan HTR seluas 1-2 % tergantung luasnya hutan tanaman, agar kelestarian ulin dapat terjamin.

Ulin Raksasa, Sangkimah, TN Kutai

Anggrek Hitam ( Black Orchid )

Anggrek Hitam Kalimantan

Nama latin Anggrek Hitam adalah Coelogyne pandurata. Dinamakan anggrek hitam karena anggrek ini memiliki lidah (labellum) berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Sepal dan petal berwarna hijau muda.

Bunganya cukup harum semerbak dan biasa mekar pada bulan Maret hingga Juni. Diketahui, anggrek hitam atau coelogyne pandurata adalah spesies endemik pulau Kalimantan yang dilindungi. Pada alam liar, anggrek hitam Kalimantan biasa hidup di pepohonan tua yang berada di sekitar pantai atau rawa, dengan durasi mekar selama 5 sampai 6 hari.

Anggrek hitam sangat mudah dijumpai di kawasan Cagar Alam Padang Luway yang merupakan habitat asli jenis flora tersebut. Sebagai tumbuhan epifit, anggrek hitam hidup menempel pada batang kayu atau pohon, disamping beberapa diantaranya tumbuh di lantai hutan pada batang kayu yang telah rebah.

Keindahan anggrek hitam bisa dinikmati saat musim berbunga tiba. Musim berbunga Anggrek Hitam biasanya terjadi pada akhir tahun antara bulan Oktober sampai Desember. Terdapat ratusan kuntum bunga yang bisa kita temui di lihat selama musim bunga di Kersik Luway, cagar alam di Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun Anggrek Hitam masih bisa dijumpai di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit.

Cagar Alam Padang Luway itu berada di Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat. Kampung Empas, Kecamatan Melak dan Kampung Kelay, Kecamatan Damai.

Dari Samarinda, ibu kota Provinsi Kaltim, cagar alam ini berjarak sekitar 350 kilometer. Dapat dijangkau melalui darat, sungai, dan udara. ”Melalui jalur darat ditempuh waktu sekitar 7-10 jam, sungai dengan menggunakan kapal motor sekitar 17 jam, dan transportasi udara sekitar 45 menit. Masyarakat setempat menamakan areal semacam ini kersik.

Ada tiga areal kersik di cagar alam ini. Yakni, kersik serai, kersik mencege, dan kersik luway. Di kawasan ini pula terdapat jenis tumbuhan (flora) yang mempunyai nilai konservasi dan keindahan tinggi. Yaitu anggrek hitam (coelogyne pandurata lindl).

Selain itu, jenis anggrek lainnya. “Menurut Eksplorasi Kebun Raya Bogor pada 2012 mencatat keberadaan 47 jenis anggrek di cagar alam ini seperti, anggrek kantong semar, tebu, merpati, anyaman, bulu rindu, dan lainnya. Sementara, fauna atau satwa yang hidup dan dilindungi di kawasan ini seperti, owa-owa, rusa/payau, kijang, kancil/planduk, burung rangkong/enggang, dan berbagai jenis burung madu, murai batu, kacer, dan lainnya.

Status konservasi

Status konservasi anggrek hitam kalimantan di situs IUCN Redlist tidak ditemukan Meskipun tidak terdaftar dalam IUCN, spesies ini terdaftar dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Fauna and Flora) Appendices II, yang menyatakan keberadaannya belum terancam punah tetapi perdagangannya harus dikontrol agar tidak menjadi terancam punah.

Konservasi in Situ yang diketahui yaitu cagar alam Kersik Luway ( Padang Luway ) di Kutai Barat dan adanya kegiatan reintroduksi 1000 bibit anggrek hitam di kawasan Taman Nasional Kutai, memungkinkan kita untuk melihat anggrek hitam dari dekat namun tetap harus mengikuti prosedur kunjungan. Konservasi ex situ juga ada di kebun raya Balikpapan.

Pembudidayaan

Dalam pembudidayaan tanaman khas pedalaman Kalimantan ini setidaknya ada dua izin yang harus dikantongi agar Anggrek Hitam dapat menjadi komoditi yang dikomersilkan. Yakni izin penangkaran dan izin edar. Namun begitu, hanya Anggrek Hitam hasil penangkaran yang boleh diperjualbelikan. Sementara anggrek hasil buruan di hutan tetap tidak diperkenankan.

Orang Utan Kalimantan ( Pongo Pygmaeus)

Istilah orangutan diambil dari kosakata Bahasa Melayu, yaitu ‘orang’ yang berarti manusia dan ‘utan’ yang berarti hutan. Dengan demikian orang utan berarti manusia yang hidup di dalam hutan. Tidak salah jika orangutan disebut “manusia”, sebab satwa langka ini mempunyai hubungan kekerabatan erat dengan manusia, kesamaan DNA orang utan dan manusia sebesar 96,4 %.

Orang utan adalah satu-satunya kera besar yang hidup di daratan asia, sedangkan semua kerabatnya berada di afrika. kera besar lainnya yaitu gorilla, simpanse dan bonobo ditemukan di wilayah Afrika.
90 % populasi orang utan berada di Indonesia dan hanya ada di dua tempat yaitu pulau sumatera dan kalimantan. ada 5 sub species orang utan, dua diantaranya berada di sumatera dan 3 sub species ada di kalimantan.

Menurut Atmoko (2007), Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) terpisah secara geografis paling sedikit sejak 10.000 tahun yang lalu, saat tejadi kenaikan permukaan air laut antar kedua pulau itu.

Orangutan Borneo (Pongo pygmaeus) tersebar di seluruh pulau Kalimantan di Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah dan Sarawak, orangutan sumatera (Pongo abelii) yang berada di pulau Sumatra dan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) asli dari Tapanuli Selatan.

Status Konservasi

Semua sub-spesies orangutan Borneo adalah spesies langka dan sepenuhnya dilindungi oleh perundang-undangan Indonesia. Spesies ini diklasifikasikan oleh CITES ke dalam kategori Appendix I (species yang dilarang untuk diperdagangkan secara komersial karena sangat rentan terhadap kepunahan). 

Beberapa ancaman utama yang dihadapi oleh orangutan Borneo adalah kehilangan habitat, pembalakan liar, kebakaran hutan, perburuan dan perdagangan orangutan untuk menjadi satwa peliharaan. Orangutan sering kali disebut sebagai hama karena sering dianggap mengganggu perkebunan sehingga tidak jarang terjadi konflik antara orangutan dan manusia. dulu orang utan masuk merusak pucuk kelapa sawit untuk dimakan. karena dianggap hama, perusahaan sawit menawarkan sayembara berhadiah uang untuk membunuh orang utan. oleh karena itu si pemburu membunuh induk dan menjual anaknya untuk diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan sehingga mendapat banyak uang. namun sekarang dengan banyaknya NGO yang bergerak dalam pelestarian dan konservasi, konflik lahan dengan hewan dapat dikurangi karena NGO langsung bergerak untuk merehabilitasi dan merelokasi hewan liar yang kehilangan habitat.

Pusat Penyelamatan Orang Utan

Di Pulau Kalimantan ada 4 pusat rehabilitasi Pongo Pygmaeus, di kalimantan tengah ada Orang Utan Foundation yang mengelola orang utan care center and quarantine (kota waringin) dan Camp Leakey yang berada di Taman Nasional Tanjung Puting kalimantan Tengah. di kalimantan timur dikelola oleh center for orang utan protection (COP) yaitu Borneo Orang Utan Survival foundation di Samboja dan pusat rehabilitasi nyaru menteng. COP juga sedang dalam pembangunan tempat rehabilitasi yang baru yaitu daerah sepaku, penajam. selain di kalimantan bagian indonesia, juga ada pusat rehabilitasi Orang utan di Kalimantan Bagian malaysia yaitu pusat rehabilitasi orang utan Sepilok, sabah, malaysia timur.
Orang utan memang sudah sangat langka untuk dilihat di kalimantan, namun bukan berarti mustahil dilihat. orang Utan Kalimantan ( pongo Pygmaeus pygmaeus, pongo Pygmaeus Morio, Pongo Pygmaeus wurmbii) dapat dilihat di :
  1. Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur.
  2. Taman nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
  3. Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng, palangkaraya Kalimantan Tengah.
  4. Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat.
  5. Samboja Lodge BOSF, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
  6. Pusat Konservasi Orang Utan (International Animal Rescue) Indonesia, Ketapang, Kalimantan Barat.
  7. Hutan Lindung Wehea Kelay, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Pesut Mahakam ( irawaddy freshwater dolphin)


Nama latin pesut mahakam adalah Orcaella brevirostris. Populasi satwa langka yang dilindungi undang-undang ini terutama terdapat pada tiga sungai besar di Asia Tenggara yakni Sungai Mahakam (Indonesia), Sungai Mekong (Tibet, Myanmar, Vietnam, Laos, Thailand dan Kamboja) , dan Sungai Irrawaddy (Myanmar).

Di Indonesia, hewan ini bisa ditemukan di banyak muara-muara sungai di Kalimantan, tetapi sekarang pesut menjadi satwa langka. Selain di Sungai Mahakam, pesut ditemukan di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

Habitat hewan pemangsa ikan dan udang air tawar ini dapat dijumpai pula di perairan Danau Jempang (15.000 ha), Danau Semayang (13.000 ha), dan Danau Melintang (11.000 ha). selain itu pesut biasa ditemukan di Muara Kedang Rantau, Kedang Kepala, Belayan dan Muara Pela Kabupaten Kutai Kertanegara. Desa Wisata Pela menjadi destinasi wisata unggulan untuk pengamatan Pesut yang sering hilir mudik antara Danau Semayang dan Sungai Mahakam.

Sungai Mahakam dan Teluk Balikpapan merupakan dua lokasi di Kalimantan Timur yang menjadi habitat asli pesut. Pesut yang mendiami Sungai Mahakam disebut pesut mahakam atau mamalia air tawar (Orcaella brevirotris). Penamaan mahakam pada pesut diambil dari nama sungai sebagai habitat satu-satunya Indonesia. selain itu ada juga pesut pesisir yang habitatnya di daerah pesisir seperti Teluk Balikpapan.

Kini jumlah pesut tinggal 80-81 ekor yang masih hidup di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam. Sejak tahun 2000, pesut Mahakam sudah masuk daftar terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (Hilton-Taylor 2000).


RASI mencatat rata-rata kematian pesut per tahun empat ekor, karena terjaring rengge, tertabrak kapal ponton batu bara, keracunan limbah, terjebak di daerah landai dan lain-lainnya.

Burung Enggang (Hornbill , kangkareng, rangkong, julang)


Dalam klasifikasi, taksonomi rangkong tergolong dalam famili Bucerotidae (julang, enggang, dan kangkareng). Pada umumnya bersifat arboreal, memiliki paruh yang panjang dan besar. Beberapa jenis memiliki tanduk (casque) yang menonjol di atas paruh yang kadang-kadang memiliki warna mencolok. Penyebaran rangkong di Afrika, Asia Tropis, dan seluruh wilayah Indonesia.

Burung Rangkong termasuk ke dalam family Bucerotidae dan di dalamnya masih terdapat subfamily-subfamili lainnya. Terdapat total 62 jenis burung unik ini yang tersebar dari Afrika, Asia, Indonesia, dan Papua Nugini. Di Asia sendiri terdapat 32 jenis dengan 13 jenis burung ini ada di Indonesia, yaitu:
  1. Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix) berasal dari Sulawesi
  2. Kangkareng Sulawesi (Rhabdotorrhinus exarhatusI) yang berasal dari Sulawesi
  3. Julang Sumba (Rhyticeros everetti) yang berasal dari Sumba.
  4. Enggang Klihingan (Annorrhinus galeritus)
  5. Enggang Jambul (Berenicornis comatus)
  6. Julang Jambul-Hitam (Rhabdotorrhinus corrugatusI)
  7. Julang Emas (Rhyticeros undulates)
  8. Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus)
  9. Kangkareng Perut Putih (Anthracoceros albirostris)
  10. Rangkong Badak (Buceros rhinoceros)
  11. Enggang Gading (Rhinopkex vigil)
  12. Rangkong Papan (Buceros bicornis)
  13. Julang Papua (Rhyticeros plicatus)
Taman Nasional Kutai

Burung Enggang sendiri memiliki banyak keunikan yang hanya dimiliki oleh burung ini, yaitu salah satunya balung yang berada di atas paruh burung unik ini. Balung merupakan salah satu ciri khas dari satwa yang satu ini. Casque atau balung sendiri terletak di atas paruh yang hanya dimiliki oleh satwa langka ini.

Balung berfungsi sebagai ruang dengung suara, hal tersebut yang menyebabkan balung memiliki struktur yang berongga. khusus Enggang Gading, balungnya terdiri dari keratin padat tanpa lubang berongga.

Habitat Burung Enggang umumnya di hutan dataran rendah dengan ketinggian 0-1000 mdpl. Hutan tropis pun banyak ditemukan burung langka ini. Daerah jelajah burung ini dapat mencapai 100 km2, hal tersebut artinya Burung Enggang dapat menebar biji seluas 100 km2.

Saat kondisi hutan masih bagus dan belum mengalami deforestasi hutan, di situ pasti masih banyak ditemukan Burung Enggang. Hal ini karena burung ini yang hidup di virgin forest pasti masih sangat bebas untuk mencari makan maupun mencari sarang untuk tempat mengarami telur.

Ketika kondisi hutan sudah rusak, hal tersebut dapat menyebabkan penurunan populasi Burung Enggang karena burung ini memang secara alami bersarang di lubang pohon. Apalagi saat jumlah pohon berdiameter besar sudah berkurang. Hal tersebut akan menyulitkan Burung Enggang dalam mencari sarang.

Status Konservasi

Menurut Red list IUCN, Burung Rangkong Gading termasuk ke dalam kategori kelangkaan spesies Critically Endangered (CR) artinya terancam punah. Jenis lainnya ada yang termasuk ke dalam Vulnerable (VU), Near Threatened (NT), dan ada yang termasuk ke dalam status Least Concerned (LC).

Penyebab kelangkaan burung ini yaitu tinggi nya perburuan oleh masyarakat, perdagangan serta kondisi hutan yang semakin memburuk.

Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Sumberdaya Ekosistem Hayati dan Ekosistemnya mengatur tentang sanksi-sanksi yang didapatkan jika melakukan perburuan liar. PP no 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi Burung Rangkong pun masuk ke dalam lampiran satwa yang dilindungi termasuk family Bucerotidae.

Sedangkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 tentang perubahan atas Peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi beberapa jenis termasuk satwa yang dilindungi yaitu: Enggang Klihingan, Kangkareng Perut-Putih, Kangkareng Hitam, Enggang Jambul, Enggang Papan, Enggang Cula, Enggang Jambul-Hitam, Kangkareng Sulawesi, rangkong Gading, Julang Sulawesi, Julang Sumba, Julang irian, dan Julang Emas.

Hukum yang mengatur tentang perburuan satwa liar adalah UU No. 5 Tahun 1990 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi menyebutkan barangsiapa yang melakukan perburuan sampai menyebabkan perubahan terhadap ekosistem hutan akan mendapatkan hukum pidana yang sesuai.







Bertualang Melihat Kerbau Kalang dan Indahnya Alam Kota Baru

  September 2022, kerbau kalang amuntai Mercu suar Pulau Tanjung Kunyit Pantai Teluk Tamiang Here I comes setelah 2 tahun tidak berlibur ke ...