Monday, October 17, 2022

1.527 Kilometer Antara Kalimantan Barat Sampai ke Kalimantan Tengah

Awal mei 2022,

 

the biggest monolite in the world

rute perjalanan pontianak - sintang - pangkalan bun - sampit - palangkaraya

        Panggilan tugas untuk magang di pekerjaan baru sebagai peneliti mengharuskan gue pergi ke Kalimantan barat dengan pengawalan adik. Rutenya adalah menjelajah perkebunan yang terbentang di antara Kalimantan barat dan Kalimantan tengah. Perjalanan dengan mengendarai mobil selama beberapa hari pun harus dijalani. Jangan ditanya pegelnya melintasi lebih dari 1000 kilometer diantara Kalimantan barat dan Kalimantan tengah. 1000 kilometer itu Panjang dari anyer banten hingga panarukan jawa timur alias sepanjang pulau jawa. Dari duduk tenang secara vertical, diagonal hingga horizontal udah dijabanin. Bersyukur jalanan antara Kalbar hingga kalteng ga sehoror kaltim dari samarinda hingga ke berau, atau sehoror batulicin ke pelaihari kalsel.

    Masih lumayan dari sintang ke palangkaraya lah ya kondisi jalannya. rest area di perbatasan Kalimantan barat dan Kalimantan tengah cukup memuaskan Hasrat berisitirahat meluruskan kaki sambal cuci mobil dengan air gratis. Gapura perbatasannya pun sangat eksotik dengan menampilkan patung khas ukiran Dayak serta sejenis guci yang kalo ga salah disebut tajau.

 Bukit Kelam.

TWA Bukit Kelam, Sintang, Kalbar

penampakan dari dekat

    Thanks Lord, setelah merengek-rengek mau melihat bukit kelam, dan kebetulan start point penelitian kami ada di sintang, gas lah ya kami bertiga ke bukit kelam.

    Kesan pertama melihat bukit kelam dari kejauhan adalah, buseddddt keren banget. Berasa ada meteor yang jatuh seperti teori musnahnya dinosaur zaman dulu, kemudian saking besarnya bongkahan batu hitam itu sampai berasa ditabrak awan. ga kebayang kalo hujan dan timbul air terjun dadakan di sekeliling bukit kelam. berasa pegunungan roraima di Venezuela gitu ya… fix dah… bisa mimpi indah karena salah satu impian saya ke bukit kelam udah bisa dicoret dari travel wishlist gue.

    Sayangnya… infrastruktur penunjang wisata seperti papan penunjuk tempat wisata tidak ada sama sekali. Jalanan masuk ke air terjun di kaki bukit kelam pun sangat buruk kondisinya. Kalo bawa city car sih wassalam judulnya. Mobil kami saat itu Toyota ignis yang sudah dimodifikasi dan disupiri dua orang driver 2 fast 2 furious gitu, jadi aman aja lah. View bukit kelam tiada duanya sih menurutku. Ada sih versi miniaturnya, anehnya ada di Kalimantan tengah. Nama lokasinya adalah situs sejarah yang pernah dijadikan tempat persembunyian pahlawan local yang Bernama Tjilik Riwut. Aseli batu hitamnya sangat mirip dengan bukit kelam hanya bentuknya lebih kecil seperti tumpukan batu yang disusun membentuk gua kecil.

    Setelah masuk ke tempat wisata air terjun kaki bukit kelam, kami menikmati pemandangan air terjun yang cukup besar. Trekking dari pintu masuk ke lokasi air terjun sekitar 15 menit dengan tanjakan yang bikin ibu-ibu berhak tinggi mengeluh sepanjang jalan. Cocok sih untuk wisata keluarga, cumin ya sedikit kurang terawatt. Ada bangunan yang terbengkalai dan wc yang cukup gelap. Keunikannya adalah banyak berbagai jenis pohon dan bunga-bungaan ditanam di sisi kiri kanan jalur trekking. Suasananya asyik buat forest bath. Udaranya segar dan banyak pohon berdiameter sangat besar. Objek wisata ini dikelola oleh BKSDA setempat.

    Setelah refreshing selesai, kami bersiap melakukan perjalanan penelitian. bersyukur, selama di kalimantan barat, kami tidak kesulitan mencari tempat makan. gue aja takjub didaerah pelosok kalbar masih dengan mudah di temui warung padang dan warung seafood. Uniknya lagi tempat cuci tangan di warung makan rerata memakai sejenis teko plastik dan mangkuk untuk tempat menadah air bekas basuhan tangan. Namun saat berwisata ke bukit kelam, kami ragu-ragu mencari makanan yang halal. Untungnya dapat tempat makan dengan view langsung menghadap bukit kelam. Tapi setelah bayar, kami cukup terkejut dengan harganya hahahaha.

pohon berukuran sangat besar masih banyak terdapat di air terjun kaki bukit kelam


Yove dan Toyota Ignis nya yang menemani kami berkeliling kalbar kalteng

Pintu masuk TWA Bukit Kelam. tiket masuknya cukup murah

jalur trekking menanjak ke air terjun kaki bukit kelam


air terjun yang cukup banyak dikunjungi wisatawan beserta keluarga

makan dengan view menghadap langsung ke bukit kelam, spektakuler.

Jembatan Tayan.

bukan SPG Mobil ye

            Menurut rekan kerja saya sih, dulu jembatan Tayan dinobatkan sebagai jembatan terpanjang di Indonesia karena letaknya membelah sungai tayan dan menggunakan landasan sebuah pulau delta sungai tayan. Nah sesampainya ditengah jembatan, kami menghentikan mobil kami dan berfoto. Desain jembatannya unik dan keren untuk di foto. Dari sini sudah mulai bisa dilihat rangkaian perbukitan.

view jembatan Tayan

Jembatan Tayan melintasi sungai tayan dengan bentang tengahnya ada di pulau delta sungai tayan

Perbatasan Kalbar – kalteng.

been there, done that, foto dan check point di perbatasan kalbar kalteng

        Viewnya keren bangetttt… hutan asli dengan banyak burung besar beterbangan diantara pohon pohon tinggi menjulang diantara pegunungan yang dilintasi awan rendah. View yang sama juga saya lihat sewaktu menembus jalur loksado menuju mantewe tanah bumbu kalsel.

        Kami pun melanjutkan perjalanan ke sandai dan berhenti makan. Melihat penumpang di belakang sudah duduk vertical dengan muka pucat akhirnya dua sopir didepan merasa kasihan memberi aku obat mabuk dan mencari warung makan secepatnya. Sebenarnya gue bukan tipikal pemabuk dalam perjalanan. Namun karena sarapan hotel berupa nasi goreng yang cukup pedas dan dua supir di depan kuat berokok, tahan lapar, hingga mendekati jam 3 sore kami belum ada makan siang. Akhirnya saya tumbang tersandar di kursi belakang sambal memeluk bantal yang telah disediakan. Gegara asam lambung.

makan siang yang tertunda jam 4 sore
ngeliat ini berasa syurga banget saat terdampar di antah barantah

        Kami mampir makan di sandai. Masih di sandai demi balas dendam makan siang yang telat banget, kami mampir lagi di fastfood fried chicken. Gue saat itu beli dua ayam goreng Kentucky dan kentang goreng. Perjalanan pun dilanjutkan hingga sampai di perbatasan Kalbar-kalteng. Kami istirahat selama 2 jam di rest area. Warung makan prasmanan dengan berbagai menu menggugah selera tersedia. Berhubung belom merasa lapar gegara sepiring bakso+2 ayam goreng+kentang goreng, jadi gue memilih minum teh hangat saja. Duo supir makan malam lanjut mencuci mobil. Sudah puas beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju lamandau untuk menginap.

        Memasuki Kalimantan tengah jalur utama jalan raya sangat luas namun masih kalah mulus dengan jalan raya di Kalimantan barat. Tapi ya jangan coba kau bandingkan dengan kaltim.

        Sebagai warga Kalimantan timur, saya takjub karena sejauh perjalanan diantara Kalbar dan kalteng saya tidak melihat satupun danau bekas tambang. Satu satunya perusahaan tambang yang saya lihat hanya di Kalimantan barat yaitu perusahan emas ANTAM di sanggau. Persamaan Kalbar dan kalteng adalah perkebunan yang sangat massive. Di Kalbar lapisan tanahnya berwarna kuning oranye terang hingga ketua-tuaan. Berbeda lagi dengan kalteng yang dimana mana hutan gambut dengan rawa-rawa. Setelah mampir sebentar di pangkalan bun kami berbalik arah menuju sampit. Kami bermalam di sampit sebagai finish point perjalanan kami. Selanjutnya kamipun berpisah dengan rekan kerja paling terbaik yang saya miliki. Dia sendiri pulang ke Kalbar, saya dan adik mesti mengejar travel subuh supaya bisa sampai ke palangkaraya dan mengejar pesawat terbang yang jadwalnya seminggu tiga kali dan dipastikan kalo kami ketinggalan pesawat tersebut kami mesti bermalam dua hari lagi.

        Aseli perjalanan pulang yang menegangkan karena kami memesan tiket di sisa 2 jam menuju penerbangan , kami tidak bisa melakukan perintah pembayaran, akhirnya setelah meminta tolong dengan petugas SWAB Test bandara, si mbak cantik baik hati tersebut membantu memesankan tiket dari agen travel langganannya. Kami sangat terbantu meski cukup aneh Bandara baru tjilik riwut tidak melayani pembelian tiket on the spot. Tidak ada satupun perwakilan maskapai berkantor di bandara Tjilik Riwut. Kami langsung check in dan membeli cemilan roti o. bayangkan kami berangkat jam 5 subuh dan baru sampai di bandara sekitar jam 10 tanpa ada makan nasi. Supir travel kami cukup santai membawa mobilnya padahal kami ini udah deg-degan bakal dapat pesawat apa enggak.

        Doa orang tua sih yang membuat kami bisa dapat pesawat. Mamak dan bapak dirumah sudah bersiap selamatan untuk menyambut kepulangan kami dengan mengundang keluarga besar saja. Sebenarnya mamak bapak ga menginfokan bahwa ada syukuran untuk kami yang bisa pulang dengan selamat sehat walafiat. Kami naik pesawat sekitaran jam setengah 3 sore dari bandara tjilik riwut dan mendarat di bandara SAMSS Balikpapan sekitar jam 4 sore. Kami langsung mencarter mobil travel untuk pulang lewat tol dan jam 6 pun kami sampai di rumah.

demi levitasi di depan bukit kelam


ada Kapal diatas Gunung, emangnya cuma samarinda aja yang punya? di Kalbar ada juga

Kolam bawah air terjun kaki bukit kelam

air terjunnya sangat tinggi

dibawah air terjun ada tempat peristirahatan untuk pengunjung


Yove

Fasilitas yang terlihat terbengkalai di TWA Air Terjun bukit kelam


View dari kalimantan tengah

View dari kalimantan Barat

spot foto di bandara Tjilik Riwut

sampai rumah langsung baca doa selamat bersama keluarga besar


No comments:

Post a Comment

Bertualang Melihat Kerbau Kalang dan Indahnya Alam Kota Baru

  September 2022, kerbau kalang amuntai Mercu suar Pulau Tanjung Kunyit Pantai Teluk Tamiang Here I comes setelah 2 tahun tidak berlibur ke ...