Wisata Norak Versus Wisata Eco-Friendly PART 2 Penyu

Samarinda, 30 September 2016.
Penyu merupakan salah satu hewan purba yang masih hidup sampai sekarang. Ilmuwan memprediksi, penyu seusia dengan dinosaurus, dan telah ada sejak zaman Jura (145 – 208 juta tahun yang lalu).
Wikipedia menyebutkan ada berbagai tempat populer penyu meletakkan telurnya, yaitu Pantai selatan Jawa Barat, pantai selatan Bali, Kalimantan Tengah,  pantai selatan Lombok, sekitar pantai Alas Purwo Jawa Timur, Retak ilir Muko-muko Bengkulu, Pulau Cangke Sulawesi selatan, Pulau Jemur Riau, Pulau Sangalaki Berau Kalimantan Timur.
Sedangkan hasil survey pada kurun 1997 – 2010 oleh Yayasan Penyu Laut Indonesia (YPLI), pantai peneluran penyu terdapat di beberapa lokasi di perairan Kep. Riau (Pulau-pulau sekitar Kijang, Dabo Singkep, Sebangka, Natuna, Tarempa, Serasan, Tambelan), Kalimantan Barat (Paloh, Penambun), Kalimantan Selatan (Denawan, Bira-Birahan, Samber Gelap), Bangka Belitung (Pesemut, Momperang, Kimar, P. Lima), Sulawesi Selatan (Takabonerate) dan Papua Barat (Jamursba Medi, Wermon, Mubrani, Ayau, Waigeo).
WWF Indonesia mengatakan pihaknya mempunyai program perlindungan penyu di Pantai Paloh Kalbar, Pulau Derawan Kaltim dan Kepulauan Wakatobi Sulawesi Tenggara. WWF juga mendukung program perlindungan penyu hijau di Bali, Taman Nasional Balurang, Alas Purwo dan Pantai Pangumbahan Sukabumi Jawa Barat.
      Di Indonesia, semua jenis penyu dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang berarti perdagangan penyu dalam keadaan hidup, mati maupun bagian tubuhnya dilarang. Menurut UU No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,  pelaku perdagangan (penjual dan pembeli) satwa dilindungi seperti penyu itu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta. Pemanfaatan jenis satwa dilindungi hanya diperbolehkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan dan penyelamatan jenis satwa yang bersangkutan.

Apa yang Dapat Anda Lakukan

          Berikut yang disadur dari BKSD Jatim & ProFauna tentang beberapa hal yang harus anda perhatikan dengan cermat ketika anda sedang berada pada daerah habitat penyu atau ketika anda sedang berhadapan dengan penyu, antara lain: 

Ketika Sedang di Air


  1. Berhati-hatilah ketika sedang membawa perahu bermotor, utamanya perahu cepat (speed boat). Tabrakan perahu kepada penyu dapat membunuh penyu. Kasus paling banya adalah penyu tercabik oleh baling-baling perahu.
  2.  Ketika sedang berada di dalam air, perhatikan jarak anda dengan penyu. Jaga agar anda tidak mengejutkan penyu atau mengganggu penyu yang sedang beristirahat, tidur, bahkan penyu yang sedang makan.
  3.  Apabila ingin melakukan pengamatan, dekati mereka dengan sangat pelan, dan jauhilah penyu apabila mereka menunjukan tanda ketakutan.
  4.  Jangan pernah menombak, menangkap, mengganggu, mempermainkan dan menduduki penyu!

  5.  Para ahli mengatakan untuk tidak menyentuh atau memberi makan penyu.
  6. Jangan membuang sampah sembarangan, sampah bisa membahayakan penyu utamanya jika dimakan penyu karena dikira ubur-ubur.

Ketika Sedang di Pantai

  1. Hindari merusak sarang penyu! Jangan berkendara, berolahraga, bermain, dan berkemah di daerah pendaratan penyu.
  2. Hati-hati dengan api unggun! Cahaya dari api unggun akan menarik tukik yang baru menetas untuk mendekat dan mati karena terpanggang.
  3. Jangan meninggalkan benda-benda besar di pantai pendaratan penyu seperti: payung, kursi, box pendingin dll, karena dapat mengganggu penyu dan mengurungkan proses bertelur penyu.
  4. Jaga hewan anda, utamanya anjing, karena anjing dapat membahayakan telur dan tukik (bayi penyu)
  5.  Ketika di pantai, jaga lampu hingga seredup mungkin, disarankan menggunakan lampu merah. Lampu dapat membuat tukik bingung dan dapat berbalik dari air menuju ke darat.
  6.  Tutupi lampu agar tidak kelihatan dari pantai, karena lampu dapat menakutkan bagi indukan penyu yang telah siap bertelur.

     Panduan dalam Melakukan Pengamatan Penyu Bertelur

Melakukan pengamatan terhadap indukan penyu yang sedang bertelur adalah pengalaman yang sangat langka. Namun melakukan pengamatan tanpa panduan khusus dapat sangat mengganggu proses bertelur indukan penyu. Ikuti petunjuk sederhana dibawah ini untuk menghindari terganggunya proses peneluran:

  1. Kurangi kegaduhan hingga paling minimum, tetaplah tenang dan bergerak dengan pelan.
  2. Jangan mendekati penyu yang baru saja mendarat, karena pada saat ini level kewaspadaan penyu sedang pada tingkat tertinggi. Penyu dapat menjadi ketakutan dan berbalik ke laut.
  3. Indukan penyu yang belum bertelur harus ditinggalkan sendiri, tidak boleh didekati.
  4. Minimalkan penggunaan senter, sebaiknya menggunakan lampu merah. Jangan mengarahkan lampu langsung ke muka induk penyu.
  5. Mundurlah pelan-pelan jika penyu mengalami tanda-tanda ketakutan.
  6. Tidak boleh mengganggu tukik jika sedang bertemu dengan tukik ketika melakukan pengamatan penyu bertelur.
  7. Tidak boleh mengganggu sarang dan telur dari indukan penyu yang bertelur.
  8.  Berusahalah untuk tidak melakukan pengamatan lebih dari 30 menit.
  9. Jangan pernah mengambil foto dengan lampu bantu (blits), sebelum indukan penyu bertelur. Lampu blits sangat mengganggu indukan penyu.
  10. Hanya mengambil foto dari belakang, penyu yang terkena lampu blits akan buta sementara dan mengganggu penyu dalam menemukan jalan kembali ke laut.
  11. jangan menghalang-halangi induk penyu yang selesai bertelur menuju ke laut, apalagi sampai menaiki punggung penyu.

  Mengenai Tukik


  1. Apabila tukik terlihat bingung karena lampu dari kota, kampung atau hotel maka yang dapat anda lakukan adalah satu orang menutupi cahaya tersebut dengan dan tetap di belakang tukik. Sementara orang yang lain menuntun tukik ke laut dengan cara berdiri diantara tukik dan laut dengan posisi membelakangi laut, mengarahkan senter ke muka tukik dan pelan-pelan mundur ke arah laut. Tukik akan mengikuti cahaya lampu senter, lakukan terus hingga tukik berhasil menyentuh air.
  2. Jangan mengganggu, menyentuh tukik, atau mengangkat tukik dengan tujuan membantunya menuju air. Tukik harus berjalan sendiri menuju ke air.
  3. Jangan memfoto tukik yang menetas di malam hari dengan lampu blits karena mereka sangat sensitif terhadap cahaya blits.

Panduan Saat Menonton Pendaratan Penyu


  1. Gunakan baju/pakaian yang bewarna hitam atau gelap;
  2. Dengarkan dan ikuti petunjuk dari pemandu serta tidak berpencar dari grup;
  3. Tetap jaga jarak anda dengan penyu selama proses pendaratan telur penyu untuk membuat penyu tetap nyaman;
  4. DILARANG menggunakan Blitz atau sumber cahaya lain yang bisa menganggu penyu tersebut;
  5. JANGAN menganggu penyu ketika ingin kembali ke laut setelah proses pendaratan telur selesai dilakukan;
  6. LAPORKAN kepada petugas yang berwenang jika melihat/menemukan penyu yang sakit atau terluka;
  7. Pelepasan Tukik (dari penangkaran) sebaiknya dilakukan di malam hari guna meminimalisir adanya predator-predator yang menyerang tukik.

    Apa yang Bisa Anda Lakukan


                      Keberadaan penyu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk tetap menjaganya, karena apabila jumlah penyu berkurang atau bahkan punah, maka keseimbangan lingkungan akan terganggu. peran serta dari kita dan masyarakat sekitar mutlak dibutuhkan untuk membantu para petugas penangkaran penyu menjadi lebih ringan.
  1. BERHENTI mengambil dan atau menjual serta mengkonsumsi telur penyu;
  2. TIDAK disarankan untuk berkemah, api unggun serta aktivitas-aktivitas lain di pantai/pulau tempat biasa penyu mendaratkan telurnya.
  3. PASTIKAN pulau/pantai tempat pendaratan bersih dan tidak ada gangguan yang dapat menyebabkan penyu merasa terganggu atau terancam keberadaannya.

    DON’T DO!

    1.  Jangan Menangkap & Memaksa penyu yang sedang berenang untuk selfie bareng. Penyu itu bernafas pakai paru-paru sama seperti manusia, jika panik atau stres hanya bisa bertahan 10 menit di dalam air dan black out.

       
    2. Jangan mengerumuni Penyu kayak Es Cendol karena dapat membuat penyu stress. Jika binatang laut mengalami trauma atau stress maka mereka akan berdampak buruk terhadap ingatan dan nafsu makan mereka.
    3. Jangan Menunggangi atau rodeo penyu. Tulang rusuk penyu bisa trauma atau cidera bahkan patah jika diberi beban yang sangat berat. Sudah ada kejadian di Florida, Amerika serikat. 2 orang turis wanita mengunggah foto trip mereka yang sedang menunggangi penyu. Akibatnya mereka dicari oleh pihak berwenang kemudian dijatuhi hukuman penjara dan denda 29,6 juta.


    4. Jangan Memberi makan penyu. Hal ini biasa dilakukan oleh wisatawan untuk menarik minat penyu agar berenang mendekati wisatawan dan dengan mudah bisa difoto. Tindakan ini bisa berbahaya karena mengubah pola makan penyu dan bisa berakibat kegagalan sistem pencernaan jika makanan yang diberikan tidak bisa dicerna oleh penyu.
    5. Jangan mengganggu proses penyu yang sedang bertelur. Begitu penyu mendarat di pantai para wisatawan sudah sibuk mengarahkan kamera untuk memfoto penyu, belum lagi penyu yang sudah terlanjur membuat lubang untuk menaruh telur-telurnya diganggu dengan suara berisik wisatawan dan blitz kamera ditambah lagi lampu sorot yang menerangi lokasi bertelur. Seekor penyu sisik yang akan bertelur, akan menggali sarangnya di pasir selama 45 menit. Dibutuhkan waktu 20 - 30 menit untuk meletakkan telur-telurnya. Bertelur dalam 1,5 jam dan menghasilkan telur paling banyak 200 butir, walau ukuran telurnya tergolong kecil dibandingkan penyu-penyu lainnya. Usianya dapat mencapai 100 tahun dan bertelur pada usia 10 - 20 tahun. Selagi bertelur dan menetaskan telurnya, penyu sisik akan bertelur lagi sekitar 2-5 tahun kemudian. Bisa dibayangkan bukan, lamanya waktu yang dibutuhkan penyu untuk bereproduksi? Sangat tidak seimbang dibandingkan dengan cepatnya perburuan telur penyu.


    6.  Jangan membeli telur  Penyu. Tidak dipungkiri hampir di setiap daerah wisata penyu selalu ada penjual telur penyu, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Ada yang percaya bahwa telur penyu baik untuk kesehatan tubuh dan seksual serta obat penyakit. Menurut sebuah penelitian ilmiah dalam jurnal Environmental Health Perspective di tahun 2009, yang berjudul ‘Dangerous Delicacy’ – Contaminated Sea Turtle Eggs Pose A Potential Health Threat. kandungan zat kimia dari sampel telur penyu yang dijual di Peninsula Malaysia. Hasilnya, ditemukan kandungan senyawa yang tergolong Polutan Organik Persisten (POP) dan logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Kanker, liver, kerusakan sistem syaraf, dan gangguan sistem hormon endokrin adalah daftar penyakit yang dapat ditimbulkan dari zat berbahaya itu. Kandungan polychlorinated biphenyl atau PCB dalam telur penyu juga relatif tinggi yakni 300 kali di atas batas aman harian yang ditetapkan oleh lembaga WHO. PCB merupakan senyawa yang dilarang oleh Kongres AS sejak 1979 setelah terkait dengan kasus cacat lahir dan berbagai jenis kanker. Telur penyu juga dilaporkan mengandung kadar kolestrol yang sangat tinggi. Satu telur penyu ternyata mengandung lemak dan kolestrol setara dengan 20 telur ayam. Kadar kolestrol tinggi akan berpotensi meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Masih ada dampak buruk lainnya jika telur penyu terus diambil untuk dikonsumsi manusia. Eksploitasi telur penyu berkontribusi terhadap menurunnya populasi penyu yang lambat laun bisa menyebabkan penyu punah. Prediksi ini tidaklah berlebihan mengingat penyu membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai tingkat kematangan seksual untuk bereproduksi. Seekor penyu baru bisa bertelur setelah berumur 30 tahun. 


    7. Jangan Membuang sampah ke laut, terutama yang berasal dari plastik, microbeads  dan karet. Semua sampah kebanyakan mengalir ke laut kemudian dengan bantuan arus laut, sampah mengalir hingga ke pulau-pulau yang jauh dan terpencil. Pulau-pulau yang menjadi lokasi bertelur dan feeding ground bagi penyu-penyu pun tak luput dari sampah. Sampah kantong plastik sering dikira ubur-ubur oleh penyu hingga termakan oleh penyu, akibatnya penyu mengalami kegagalan sistem pencernaan dan mati. Dalam nekropsi penyu mati, kebanyakan ditemukan kantung plastik, micro plastik, sedotan, logam, punting rokok, dan microbeads. Semua sampah tersebut berasal dari manusia, oleh karena itu penting untuk tidak membuang sampah di laut.



    8. jangan membeli souvenir dari penyu sisik. gelang, cincin , gagang kaca mata dan kalung yang terbuat dari sisik karapas penyu memiliki motif dan warna unik.  proses pembuatan souvenir tersebut sangat kejam. penyu sisik ditangkap kemudian diserut dengan menggunakan pahat atau penyerut khusus, setelah selesai , penyu dilepaskan di laut. akibat bagi penyu, luar biasa mematikan. karapas penyu yang telah diserut membuat penyu kehilangan bouyancy, sehingga tidak bisa menyelam ke bawah air untuk mencari makan. karena selalu mengapung, karapas mereka yang tipis membuat mereka terpapar sinar matahari hingga akhirnya mereka mati akibat sunburn atau luka bakar. jadi jangan bangga pake aksesoris dari sisik penyu! buang semua aksesoris tersebut dan jangan menerima atau tetap memakainya dengan alasan sentimentil.
    9. Jangan mengonsumsi daging penyu. walau dengan alasan obat penyakit ataupun karena penasaran. Pendapat yang beredar di kalangan masyarakat awam menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi penyu dan atau telur penyu dapat menjadi ramuan obat dan kecantikan hanyalah mitos belaka. Bukan obat dan kecantikan yang didapatkan, tetapi penyakit yang beresiko menimbulkan kerusakan lever. Alonso Aguirre dkk dalam EcoHealth Journal (2006), yang berjudul Hazards Associated with the Consumption of Sea Turtle Meat and Eggs: A Review for Health Care Workers and the General Public menyatakan bahwa “…produk Penyu Laut (seperti daging, organ tubuh, darah, telur, dll) merupakan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat di kebanyakan negara walaupun telah dilarang oleh peraturan. Bagaimanapun, mungkin terdapat bahaya (hazards) terkait dengan konsumsi ini dikarenakan adanya bakteri, parasit, biotoksin dan zat pencemar lingkungan laut lainnya. Pengaruh kesehatan mengkonsumsi penyu yang terinfeksi oleh zoonotic pathogens yang dilaporkan diantaranya diare, mual-mual (muntah) dan dehidrasi ekstrim sering berakhir di Rumah Sakit dan berakibat pada kematian. Tingkat logam berat dan campuran Organochlorine yang diukur pada Penyu laut sering berdampak pada gangguan syaraf (neurotoxicity), penyakit ginjal, kanker lever serta berpengaruh terhadap perkembangan janin dan anak”.(source: http://bpspldenpasar.info/bahaya-mengkonsumsi-penyu/).


·                          Apa manfaat Penyu ? Di sadur dari WWF, Keberadaan penyu sangat penting, baik dari sisi ekologi maupun ekonomi. Penyu Hijau (Chelonia mydas) misalnya, berperan menjaga kondisi hamparan lamun di dasar laut. Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) merupakan pemakan spons di terumbu karang sehingga memungkinkan karang berkoloni dan terumbu karang menjadi sehat kembali. Telur-telur penyu yang tak berhasil menetas di sarangnya menjadi suplai nutrisi di lingkungan pasir sekitarnya.(sumber:http://oceana.org)
          Dari sisi ekonomi, keberadaan Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) berperan menjaga ketersediaan ikan laut karena spesies ini memakan ubur-ubur yang merupakan pemangsa anak ikan. Dengan demikian, stok ikan sebagai sumber pangan pun terjamin. Selain itu, keberadaan penyu yang sehat dapat menjadi daya tarik ekowisata.
                bayangkan jika kalian snorkling di terumbu karang, namun karena penyu semakin langka, tidak ada yang  mengurus kesehatan terumbu karang. Banyak karang mati dan tidak bisa ditumbuhi karang yang baru, keindahan terumbu karang pun berkurang. Begitu kalian berenang di laut, kalian pun tersengat ubur-ubur, pastinya menyakitkan dan menjengkelkan bukan?!. Banyaknya ubur-ubur yang memangsa benih ikan membuat nelayan bersedih hati karena ikan hasil tangkapannya sangat sedikit. Seperti yang terjadi di perairan laut cina selatan dan perairan jepang. Ubur-ubur disana sudah digolongkan menjadi hama dan predator puncak. Yang ditangkap nelayan jepang hanyalah ubur-ubur nomura berukuran besar yang dapat merobek jala mereka dan tidak memiliki nilai ekonomis. Semua ikan telah langka karena dihabiskan oleh ubur-ubur tersebut. Jadi harap maklum kalau nelayan di dua Negara tersebut banyak berkeliaran di perairan internasional membawa pukat harimau untuk menangkap ikan bahkan tidak ragu memancing di wilayah ZEE atau laut territorial Negara lain.bayangkan jika ubur-ubur nomura tersebut bermigrasi dan mulai menginvasi perairan Indonesia? akibatnya sangat mengerikan karena menghancurkan industri perikanan dan pariwisata Indonesia.


·          
          Jadi, tak bosan-bosannya saya mengingatkan, jagalah kelestarian penyu demi kelestarian terumbu karang dan industri perikanan di Negara kita tercinta ini. Jika ada pengguna sosmed yang memajang foto yang mengganggu pelestarian penyu di habitatnya, tegur dengan sopan dan nasehati sebaik-baiknya. Laporkan kepada pihak berwenang seperti BKSDA, BPSPL, ProFauna, WWF untuk menindak lanjuti. Kita berharap dapat memberikan efek jera kepada penyiksa penyu, penjual telur penyu, penjual souvenir sisik penyu dan penjualan daging penyu agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rute menuju Kepulauan Balabalagan

Trip SATEBO (Samarinda-Tenggarong-Bontang)